Pacitan, Krajan.id – Upaya menjaga kebersihan kawasan wisata tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan berbagai kelompok yang berada di sekitar destinasi. Hal itu dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 192 Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui kegiatan Clean Up Pantai di Pantai Wonocaki, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (25/7/2026) tersebut melibatkan 57 peserta. Selain 10 mahasiswa KKN 192 UNS, kegiatan ini diikuti tujuh mahasiswa KKN Institut Pertanian Bogor (IPB) serta 40 anggota Saka Wanabakti (SWB).
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari program kerja bertajuk “Clean Up Pantai: Aksi Nyata Kebersihan Lingkungan dan Kemitraan Multi-Stakeholder di Kawasan Pantai Wonocaki”. Program itu dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kawasan pantai.
Pantai Wonocaki merupakan salah satu kawasan pesisir di Desa Sidomulyo yang memiliki hamparan pasir putih dan dikelilingi tebing karang. Keberadaan bentang alam tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan wisata yang masih relatif alami.
Bagi mahasiswa KKN 192 UNS, kondisi tersebut sekaligus menjadi alasan untuk mendorong kepedulian terhadap kebersihan kawasan. Lingkungan pantai yang terjaga dinilai penting untuk mempertahankan daya tarik alam sekaligus mendukung keberlanjutan kawasan wisata.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dengan pembukaan oleh pembina SWB. Dalam kesempatan tersebut, pembina SWB menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa KKN UNS dan IPB dalam kegiatan kebersihan pantai.
“Saya sangat mengapresiasi kakak-kakak KKN UNS dan IPB yang telah mengajak kami ikut serta dalam program bersih-bersih pantai, mari kita jaga lingkungan kita bersama, setelah ini adik-adik dipersilakan untuk mengikuti arahan kakak-kakak,” ujar pembina SWB dalam pembukaan, Sabtu (25/7/2026).
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan pengarahan dari Ketua KKN 192 UNS, Zaky. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih semuanya yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini, semoga kegiatan Clean Up pantai menjadi terobosan baru dan membangun kesadaran kita semua akan kebersihan Pantai terutama di Pantai Wonocaki,” ujar Zaky, Sabtu (25/7/2026).
Para peserta kemudian dibagi ke dalam sejumlah kelompok kecil berdasarkan jenis sampah yang dikumpulkan. Sampah dibedakan menjadi dua kategori, yakni sampah plastik serta kaca, dan sampah kayu.
Setiap kelompok mendapat dua kantong sampah yang telah diberi penanda sesuai kategori. Pemilahan tersebut dilakukan agar sampah yang terkumpul dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya dan lebih mudah untuk ditangani atau diolah kembali.
Peserta selanjutnya bergerak membersihkan kawasan pantai dari sisi selatan dan barat. Masing-masing kelompok bergerak menuju titik tengah yang menjadi lokasi pengumpulan sampah.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kebiasaan memilah sampah. Keterlibatan mahasiswa dan anggota SWB memperlihatkan bahwa kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui kerja sama berbagai kelompok.
Setelah proses pembersihan selesai, peserta melanjutkan kegiatan dengan penanaman pandan laut di sepanjang garis pantai. Sebanyak 10 bibit pandan laut ditanam secara bersama-sama.
Penanaman tersebut dilakukan dengan harapan dapat membantu mengurangi risiko abrasi di kawasan pantai. Kegiatan itu sekaligus melengkapi aksi kebersihan dengan langkah yang diarahkan pada upaya menjaga kondisi lingkungan pesisir dalam jangka lebih panjang.

Rangkaian Clean Up Pantai Wonocaki berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Selain menghasilkan kawasan bibir pantai yang lebih bersih, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa KKN UNS, KKN IPB, dan SWB dalam menguatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi KKN 192 UNS, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi selama menjalankan program KKN di Pacitan. Kolaborasi dengan kelompok lain diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa menjaga kawasan wisata alam merupakan tanggung jawab bersama.
Keberadaan Pantai Wonocaki dengan bentang alam pesisir yang masih alami menjadi modal penting bagi pengembangan kawasan. Namun, daya tarik tersebut perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan agar kawasan pantai tetap dapat dinikmati masyarakat secara berkelanjutan.





