Surakarta, Krajan.id – Mahasiswa KKN MBKM Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program edukasi kesehatan reproduksi remaja putri bagi penghuni Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Kadipiro II, Kota Surakarta. Kegiatan yang berada di bawah bimbingan Dr. Laila Fitriana, S.Pd., M.Pd. tersebut berlangsung pada 9 Mei dan 16 Mei 2026 dengan melibatkan sekitar 25 peserta.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri yang tinggal di lingkungan panti asuhan. Keterbatasan akses terhadap informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi menjadi salah satu alasan utama penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Mahasiswa KKN MBKM UNS kemudian menghadirkan pendekatan edukasi yang komunikatif dan disesuaikan dengan usia peserta agar materi dapat dipahami dengan lebih mudah.
Program tersebut dikemas dalam dua kegiatan utama. Pertama, melalui kegiatan bertajuk Sapa Putri, peserta mendapatkan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi remaja putri. Materi yang diberikan meliputi pengenalan sistem reproduksi perempuan, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pada masa remaja.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan bahasa yang sederhana. Suasana diskusi berlangsung aktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dari peserta mengenai kesehatan diri serta kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kebersihan organ reproduksi.

Selain penyuluhan, mahasiswa KKN MBKM UNS juga menggelar kegiatan kedua bertajuk Sine-Ma: Sinema dan Edukasi Bersama. Program ini memanfaatkan media audiovisual melalui pemutaran film edukatif yang disesuaikan dengan usia peserta.
Kegiatan diawali dengan pengantar moderator mengenai tujuan dan alur pelaksanaan. Setelah film selesai diputar, peserta diajak berdiskusi dan melakukan refleksi bersama untuk memahami pesan moral yang terkandung dalam tayangan tersebut serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua MBKM, Safira Aulia Nisa, mengatakan bahwa program tersebut dirancang agar edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan remaja.
“Edukasi kesehatan reproduksi perlu disampaikan dengan cara yang tepat, komunikatif, dan sesuai usia agar pesan dapat diterima dengan baik serta berdampak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Safira Aulia Nisa.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Lyvia Diva, menjelaskan bahwa kombinasi metode penyuluhan dan media audiovisual dipilih untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
“Pendekatan ini kami pilih agar peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga memahami melalui visual yang lebih mudah dipahami dan diingat,” kata Lyvia Diva.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga datang dari pengurus Panti Asuhan Aisyiyah Kadipiro II, Elly Elliyun. Menurut dia, edukasi semacam ini sangat dibutuhkan oleh para remaja yang tengah memasuki fase perkembangan penting dalam kehidupan mereka.
“Kegiatan ini sangat membantu anak-anak dalam memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, terutama pada masa remaja yang membutuhkan pendampingan informasi yang tepat,” ujar Elly Elliyun.
Manfaat kegiatan tersebut turut dirasakan oleh para peserta. Salah seorang penghuni panti mengaku memperoleh pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah dipahami secara mendalam.
“Sekarang kami jadi lebih paham cara menjaga kebersihan diri dan kenapa hal itu penting untuk kesehatan,” ujar salah satu peserta.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MBKM UNS berharap kesadaran remaja putri terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dapat terus meningkat. Program ini juga diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun perilaku hidup sehat sekaligus meningkatkan kualitas pengetahuan remaja di lingkungan panti asuhan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial seperti panti asuhan dinilai menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga berkontribusi dalam membangun generasi muda yang lebih sehat, berpengetahuan, dan mampu menjaga diri sejak dini.





