KKM 82 UNIBA Dorong Edukasi Pengelolaan Sampah di SDN 02 Muncangkopong Lewat Eco-Press

foto bersama antara mahasiswa KKM 82, jajaran guru, dan siswa-siswi SDN 02 Muncangkopong. (Doc. Pribadi Mahasiswa KKM 82)
foto bersama antara mahasiswa KKM 82, jajaran guru, dan siswa-siswi SDN 02 Muncangkopong. (Doc. Pribadi Mahasiswa KKM 82)

Muncangkopong, Krajan.id – Edukasi mengenai pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus program kerja Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 82 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) di Desa Muncangkopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.

Program tersebut dilaksanakan di SDN 02 Muncangkopong dengan memperkenalkan Eco-Press, alat sederhana yang dirancang untuk membantu memadatkan sampah plastik dan kertas. Pengenalan alat itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan bidang pendidikan dan lingkungan yang dituntaskan kelompok mahasiswa tersebut di sekolah.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan penutup program, mahasiswa KKM 82 tidak hanya mempresentasikan inovasi Eco-Press, tetapi juga memperagakan cara penggunaannya di hadapan siswa dan guru. Kegiatan berlangsung dengan antusias karena siswa mendapat kesempatan melihat secara langsung penerapan teknologi sederhana dalam pengelolaan sampah.

Perwakilan KKM 82 mengatakan program tersebut diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan di sekolah.

“Selesainya program kerja di SDN 02 Muncangkopong ini diharapkan dapat meninggalkan manfaat yang berkelanjutan. Melalui alat Eco-Press yang kami serahkan hari ini, kami ingin menumbuhkan kebiasaan mengelola sampah secara cerdas dan kreatif bagi adik-adik di sini,” ujar perwakilan KKM 82 dalam sambutannya.

Eco-Press untuk Mengurangi Volume Sampah

Pengadaan alat Eco-Press berangkat dari hasil observasi tim KKM 82 terhadap keberadaan sampah anorganik di lingkungan sekolah. Sampah yang menjadi perhatian antara lain kemasan plastik jajanan dan kertas yang berpotensi menumpuk apabila tidak dikelola dengan baik.

Melalui mekanisme penekanan manual, Eco-Press digunakan untuk mengurangi volume sampah sehingga lebih mudah ditata dan dipilah. Sampah yang sebelumnya memiliki volume besar dapat dipadatkan sehingga membutuhkan ruang penyimpanan lebih sedikit.

Bagi lingkungan sekolah, penggunaan alat tersebut diharapkan dapat mendukung kebiasaan memilah dan mengelola sampah. Sampah yang telah dipadatkan juga lebih mudah disortir sebelum disalurkan kepada bank sampah atau pihak pengolah limbah untuk proses lebih lanjut.

Dalam kegiatan tersebut, KKM 82 menyerahkan dua unit Eco-Press secara simbolis kepada pihak SDN 02 Muncangkopong. Alat itu diharapkan dapat dimanfaatkan dalam aktivitas pengelolaan sampah di lingkungan sekolah setelah program KKM berakhir.

Pihak SDN 02 Muncangkopong menyampaikan apresiasi terhadap program yang dijalankan mahasiswa UNIBA tersebut.

Mahasiswa KKM 82 UNIBA bersama guru SDN 02 Muncangkopong berfoto di samping alat Eco-Press yang diserahkan untuk mendukung edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. (Doc. Pribadi)
Mahasiswa KKM 82 UNIBA bersama guru SDN 02 Muncangkopong berfoto di samping alat Eco-Press yang diserahkan untuk mendukung edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. (Doc. Pribadi)

“Kami sangat berterima kasih atas inovasi Eco-Press dan perhatian yang diberikan oleh mahasiswa KKM 82 UniBa. Proker ini sangat bermanfaat untuk mengajarkan anak-anak pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap pihak sekolah SDN 02 Muncangkopong.

Pendidikan Lingkungan Sejak Sekolah Dasar

Program Eco-Press menempatkan siswa sebagai bagian dari proses edukasi mengenai persoalan sampah. Pengenalan pengelolaan sampah sejak tingkat sekolah dasar menjadi bagian penting agar kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya dipahami sebagai kewajiban, tetapi juga diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Keceriaan mahasiswa KKM 82 UNIBA bersama guru dan siswa SDN 02 Muncangkopong setelah kegiatan edukasi lingkungan dan pengenalan Eco-Press sebagai upaya menanamkan kesadaran mengelola sampah sejak dini. (Doc. Pribadi)
Keceriaan mahasiswa KKM 82 UNIBA bersama guru dan siswa SDN 02 Muncangkopong setelah kegiatan edukasi lingkungan dan pengenalan Eco-Press sebagai upaya menanamkan kesadaran mengelola sampah sejak dini. (Doc. Pribadi)

Bagi KKM 82, penyelesaian program di SDN 02 Muncangkopong menjadi salah satu capaian dalam rangkaian pengabdian di Desa Muncangkopong. Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan aspek pendidikan dengan persoalan lingkungan yang ditemui di sekitar sekolah.

Meski program di SDN 02 Muncangkopong telah dituntaskan, rangkaian kegiatan KKM 82 di Desa Muncangkopong masih berlanjut. Mahasiswa selanjutnya akan menjalankan sejumlah program kerja lain yang telah disiapkan.

Program tersebut mencakup pemberdayaan UMKM lokal, pendampingan administrasi desa, serta sosialisasi kesehatan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari agenda pengabdian mahasiswa selama menjalankan KKM di Desa Muncangkopong.

Dengan demikian, penggunaan Eco-Press tidak hanya menjadi penanda berakhirnya satu agenda mahasiswa di sekolah, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan praktik sederhana pengelolaan sampah kepada siswa. Keberlanjutan pemanfaatan alat tersebut selanjutnya berada di lingkungan sekolah agar edukasi yang diberikan selama program KKM dapat terus diterapkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *