Pagerjurang, Krajan.id – Tutup botol plastik yang selama ini kerap berakhir sebagai sampah dimanfaatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi media pembelajaran kreatif bagi siswa SD Negeri Pagerjurang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.
Melalui pelatihan pembuatan gantungan kunci dari tutup botol plastik, mahasiswa KKN UNS Kelompok 45 mengajak siswa mengenal cara sederhana mengurangi limbah sekaligus mengembangkan kreativitas. Kegiatan tersebut berlangsung pada 17 Juli 2026 dan diikuti siswa kelas V dan VI SD Negeri Pagerjurang.
Pelatihan ini merupakan salah satu dari 10 program kerja unggulan KKN UNS Kelompok 45. Aulia Putri Maharani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, menjadi penanggung jawab program. Pelaksanaan kegiatan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Catur Sugiarto, S.E., M.SM., M.Rech., Ph.D., CDMP., CPM.
Program tersebut berangkat dari hasil observasi mahasiswa terhadap kondisi pengelolaan sampah plastik di Desa Pagerjurang. Tim KKN menemukan adanya potensi limbah rumah tangga, termasuk tutup botol plastik, yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Pengelolaan sampah plastik di lingkungan desa dinilai masih cenderung sebatas pembuangan. Kondisi itu mendorong mahasiswa KKN untuk memperkenalkan pendekatan sederhana yang dapat dilakukan sejak lingkungan sekolah, terutama melalui kegiatan yang melibatkan anak-anak secara langsung.
Dalam pelatihan, siswa tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai sampah, tetapi juga diajak memahami pentingnya pemilahan. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai jenis-jenis sampah dan simulasi pemilahan.
Setelah itu, siswa mengikuti praktik membuat gantungan kunci dari tutup botol plastik. Mereka memilah tutup botol berdasarkan warna, menyusun bagian-bagian sesuai desain, merekatkannya, kemudian menyelesaikan tahap akhir hingga menjadi gantungan kunci.
Proses praktik menjadi bagian yang paling banyak melibatkan siswa. Mereka mencoba menyusun tutup botol dengan kombinasi warna dan bentuk yang berbeda. Siswa juga aktif bertanya dan berdiskusi selama proses pembuatan berlangsung.
Melalui kegiatan tersebut, daur ulang sampah plastik diperkenalkan bukan sekadar sebagai konsep, melainkan melalui pengalaman langsung. Tutup botol yang sebelumnya dipandang sebagai limbah diubah menjadi benda yang dapat digunakan.
Selain aspek lingkungan, pelatihan juga diarahkan untuk mengenalkan kreativitas dan ekonomi kreatif kepada siswa sejak dini. Pembuatan produk sederhana dari bahan bekas memberikan gambaran bahwa barang yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai guna apabila diolah secara kreatif.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Kegiatan dinilai dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan aktivitas kreatif siswa.
Bagi mahasiswa KKN UNS, pendekatan praktik juga menjadi cara untuk memperkenalkan kebiasaan memilah dan memanfaatkan kembali sampah melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian siswa.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN UNS yang berada di bawah koordinasi Subdirektorat Kuliah Kerja Nyata dan Organisasi Kemahasiswaan UNS. Tema KKN mengusung sinergi pemerintah desa dalam mewujudkan keadilan sosial ekonomi melalui sektor pertanian, UMKM, pariwisata, serta ekonomi inklusif dan kreatif.
Pelaksanaan program juga melibatkan seluruh anggota Kelompok 45 KKN UNS. Selain Aulia sebagai penanggung jawab, kegiatan didukung Adnan Shandy Asmara dari Pendidikan Kepelatihan Olahraga selaku ketua kelompok, Bintang Kusuma Atmaja dari Pendidikan Bahasa Jawa, Dinda Ayuni Larashati dari Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Kristina Indah Dewi dari Manajemen, Kinanti Ayu Sekar Andani dari Ilmu dan Teknologi Pangan, Iput Zahrotun Nisa dari Pendidikan Seni Rupa, Diah Ayu Kusuma Dewi dari Pendidikan Ekonomi, Dwi Yuniati dari Kimia, serta Tri Lestariningsih dari Produksi Ternak/Peternakan.
Kesepuluh mahasiswa lintas program studi tersebut terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, mendampingi siswa saat praktik, hingga mendokumentasikan kegiatan.
Hasil karya berupa gantungan kunci menjadi salah satu bentuk evaluasi pelaksanaan program. Dokumentasi kegiatan juga dilakukan melalui foto dan video.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai lingkungan dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan tutup botol plastik sebagai bahan kerajinan sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk belajar memilah sampah, berkreasi, dan mengenali kemungkinan pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak digunakan.





