Mahasiswa KKN UNS Kelompok 295 Kenalkan Aksara Jawa dan Literasi Keuangan kepada Anak-Anak Desa Sewurejo

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan program “Kreasi Totebag Aksara Jawa: Belajar Aksara Jawa melalui Seni Melukis.” (Dok. Pribadi/KKN 295 UNS)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan program “Kreasi Totebag Aksara Jawa: Belajar Aksara Jawa melalui Seni Melukis.” (Dok. Pribadi/KKN 295 UNS)

Karanganyar, Krajan.id – Belajar tentang budaya dan mengelola uang tidak selalu harus dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 295 mengenalkan Aksara Jawa dan literasi keuangan kepada anak-anak Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, melalui kegiatan berbasis kreativitas.

Dua materi tersebut dikemas dalam aktivitas yang melibatkan anak secara langsung. Pengenalan Aksara Jawa dilakukan melalui kegiatan melukis totebag, sedangkan edukasi keuangan disampaikan melalui gerakan menabung, pembuatan celengan, dan kegiatan Pohon Impian.

Bacaan Lainnya

Pendekatan tersebut membuat anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam proses praktik. Kegiatan dirancang agar pengetahuan yang diberikan lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari dan mudah dipahami oleh peserta.

Mengenalkan Aksara Jawa melalui Seni

Salah satu program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UNS Kelompok 295 adalah “Kreasi Totebag Aksara Jawa: Belajar Aksara Jawa melalui Seni Melukis”.

Program tersebut menjadi sarana pengenalan Aksara Jawa kepada anak-anak dengan memadukan materi kebudayaan dan kegiatan seni. Sebelum mulai berkarya, peserta diperkenalkan dengan bentuk serta penggunaan dasar Aksara Jawa.

Setelah mendapatkan materi, anak-anak kemudian menuangkan pengetahuan tersebut melalui lukisan pada totebag. Mereka membuat dan menghias totebag dengan menuliskan Aksara Jawa sesuai dengan arahan yang diberikan.

Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Anak-anak tidak hanya melihat atau menghafalkan bentuk aksara, tetapi juga berinteraksi langsung dengan materi melalui karya yang mereka buat sendiri.

Pengenalan melalui kegiatan kreatif tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak terhadap Aksara Jawa sebagai bagian dari warisan budaya. Pada saat yang sama, kegiatan melukis memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan seni.

Menabung dengan Celengan Buatan Sendiri

Dokumentasi bersama setelah mahasiswa KKN Kelompok 295 UNS juga memberikan edukasi mengenai literasi keuangan melalui program “Gerakan Gemar Menabung Sejak Dini melalui Kreasi Celengan.” (Dok. Pribadi/KKN 295 UNS)
Dokumentasi bersama setelah mahasiswa KKN Kelompok 295 UNS juga memberikan edukasi mengenai literasi keuangan melalui program “Gerakan Gemar Menabung Sejak Dini melalui Kreasi Celengan.” (Dok. Pribadi/KKN 295 UNS)

Selain pengenalan budaya, mahasiswa KKN UNS Kelompok 295 memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sederhana melalui program “Gerakan Gemar Menabung Sejak Dini melalui Kreasi Celengan”.

Program tersebut diikuti 17 anak sekolah dasar. Materi yang diberikan mencakup pentingnya menabung, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta kebiasaan menyisihkan uang untuk kebutuhan pada masa mendatang.

Materi literasi keuangan kemudian dipadukan dengan kegiatan membuat dan menghias celengan. Setiap peserta membuat celengan masing-masing yang selanjutnya dapat digunakan untuk meneruskan kebiasaan menabung di rumah.

Kegiatan tidak berhenti pada pembuatan celengan. Anak-anak juga mengikuti aktivitas Pohon Impian dengan menuliskan impian atau tujuan yang ingin mereka capai melalui kebiasaan menabung.

Aktivitas tersebut memperkenalkan gagasan sederhana bahwa menabung dapat dilakukan dengan tujuan tertentu. Dengan memiliki tujuan, anak-anak diajak memahami bahwa uang yang disisihkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai sesuatu yang telah direncanakan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti materi, berdiskusi, serta menghias celengan. Setiap anak juga menghasilkan celengan yang dapat dibawa dan digunakan di rumah.

Melalui kegiatan tersebut, edukasi literasi keuangan tidak hanya berhenti pada pemahaman mengenai pentingnya menabung. Kebiasaan tersebut juga diarahkan untuk membangun sikap disiplin, bertanggung jawab, hemat, dan mandiri sejak dini.

Belajar melalui Pengalaman

Dua program yang dilaksanakan KKN UNS Kelompok 295 menunjukkan pendekatan berbeda dalam mengenalkan materi kepada anak-anak. Aksara Jawa diperkenalkan melalui seni melukis, sementara literasi keuangan disampaikan melalui praktik membuat celengan dan menyusun Pohon Impian.

Kegiatan berbasis praktik memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar sambil menghasilkan karya. Pola tersebut juga membuat materi yang disampaikan memiliki keterkaitan dengan aktivitas yang dapat mereka lakukan setelah kegiatan selesai.

Pada pengenalan Aksara Jawa, pengalaman belajar dapat dilanjutkan dengan ketertarikan anak untuk mengenal dan menggunakan aksara tersebut. Sementara itu, pada edukasi keuangan, celengan yang dibuat dapat menjadi media untuk menerapkan kebiasaan menabung di rumah.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNS dalam memberikan pengalaman edukatif kepada anak-anak Desa Sewurejo. Selain memperkenalkan budaya dan pengelolaan keuangan sederhana, kegiatan juga memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas melalui aktivitas yang mereka lakukan secara langsung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *