Tanamkan Impian Sejak Dini, Mahasiswa UNAIR Perkenalkan Ragam Profesi kepada Siswa SDN Gunungsari

Beberapa siswa SDN 2 Gunungsari tampak percaya diri saat membacakan tulisan cita-cita mereka di depan kelas, didampingi oleh mahasiswa UNAIR pada Kamis (30/7/2026). (Dok. Pribadi)
Beberapa siswa SDN 2 Gunungsari tampak percaya diri saat membacakan tulisan cita-cita mereka di depan kelas, didampingi oleh mahasiswa UNAIR pada Kamis (30/7/2026). (Dok. Pribadi)

Gunungsari, Krajan.id – Pilihan cita-cita anak-anak di wilayah pedesaan tidak selalu harus terbatas pada profesi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Wawasan mengenai beragam pekerjaan dapat menjadi pintu awal bagi siswa untuk mengenali potensi diri sekaligus membangun gambaran tentang masa depan.

Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) melalui kegiatan Sosialisasi Profesi di SDN 2 dan SDN 3 Gunungsari, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis (30/7/2026) dan Jumat (31/7/2026), itu mengajak siswa mengenal lebih banyak pilihan profesi sekaligus mendorong mereka berani menetapkan cita-cita.

Bacaan Lainnya

Program tersebut menyasar siswa sekolah dasar dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Mahasiswa tidak hanya mengenalkan pekerjaan yang selama ini umum diketahui anak-anak, tetapi juga memperkenalkan profesi yang berkembang seiring perubahan zaman, seperti insinyur, tenaga pendidik, seniman, hingga ahli teknologi informasi.

Di SDN 2 Gunungsari, kegiatan pada hari pertama diikuti 25 siswa kelas 4 hingga 6. Mahasiswa menggunakan media visual interaktif untuk memperkenalkan berbagai profesi kepada peserta. Cara tersebut membuat penyampaian materi lebih mudah diterima sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk bertanya dan menyampaikan pandangan mereka.

Mahasiswa UNAIR mendampingi siswa-siswi SDN 3 Gunungsari dalam sesi penulisan cita-cita di lembar harapan pada Jumat (31/7/2026), sebagai upaya menanamkan motivasi dan keberanian anak-anak untuk bermimpi tinggi. (Dok. Pribadi)
Mahasiswa UNAIR mendampingi siswa-siswi SDN 3 Gunungsari dalam sesi penulisan cita-cita di lembar harapan pada Jumat (31/7/2026), sebagai upaya menanamkan motivasi dan keberanian anak-anak untuk bermimpi tinggi. (Dok. Pribadi)

Kegiatan itu mendapat apresiasi dari Kepala SDN 2 Gunungsari, Sunarto. Menurut dia, pengenalan profesi membantu siswa memahami bahwa pilihan karier yang dapat mereka tekuni di masa depan cukup beragam.

“Sosialisasi profesi ini sangat bermanfaat dan membuka cakrawala pemikiran anak-anak kami. Mereka jadi menyadari bahwa pilihan karier ke depan sangatlah luas, tidak terbatas pada apa yang mereka saksikan dalam keseharian. Semoga dengan adanya kegiatan ini, motivasi dan semangat belajar mereka di sekolah semakin meningkat karena mereka sudah memiliki bayangan tujuan yang lebih konkret,” tuturnya.

Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan di SDN 3 Gunungsari. Sebanyak 47 siswa dari kelas 1 hingga 6 mengikuti kegiatan tersebut. Rentang usia peserta yang lebih beragam membuat mahasiswa menyesuaikan metode penyampaian agar materi dapat dipahami siswa dari berbagai jenjang kelas.

Selain menyampaikan materi, mahasiswa turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Pendampingan dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih dekat dan memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman, termasuk siswa berkebutuhan khusus.

Kepala SDN 3 Gunungsari, Mei, menilai kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Pendampingan secara langsung juga dinilai membantu anak-anak lebih percaya diri dalam menyampaikan keinginan dan cita-cita mereka.

“Pendampingan dari mahasiswa sangat luar biasa, penuh kesabaran dan ketelatenan, terutama ketika membimbing anak-anak untuk berani mengutarakan impian mereka. Kehadiran mahasiswa UNAIR benar-benar memberikan suasana belajar yang segar dan berbeda. Kegiatan ini sangat menggembirakan dan berhasil menumbuhkan kepercayaan diri siswa untuk berani bercita-cita besar,” ungkapnya.

Salah satu bagian kegiatan yang menjadi ruang refleksi bagi siswa dilakukan melalui penulisan cita-cita. Setiap siswa diberikan selembar kertas untuk menuliskan impian, cita-cita, serta pesan motivasi bagi diri mereka pada masa mendatang.

Sejumlah siswa kemudian maju ke depan kelas untuk membacakan tulisan tersebut. Keberanian mereka menyampaikan impian di hadapan teman-temannya menjadi bagian penting dari kegiatan karena siswa tidak hanya diminta mengenali profesi, tetapi juga mulai mengungkapkan tujuan yang ingin mereka capai.

Melalui kegiatan tersebut, pengenalan profesi sejak dini diarahkan untuk memperluas perspektif siswa mengenai masa depan. Bagi anak-anak di lingkungan pedesaan, kesempatan mengenal ragam profesi dapat menjadi pengalaman awal untuk memahami bahwa pendidikan memiliki hubungan dengan berbagai pilihan kehidupan dan pekerjaan.

Kegiatan mahasiswa UNAIR di Gunungsari juga menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang inklusif. Materi disesuaikan dengan jenjang usia peserta, sementara pendampingan langsung diberikan agar setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam kegiatan.

Program ini turut dikaitkan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action), SDG 15 Ekosistem Daratan (Life on Land), SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production), serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals).

Bagi para siswa, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat lebih luas kemungkinan masa depan. Sementara bagi mahasiswa, interaksi langsung dengan siswa menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada materi, tetapi juga membantu anak-anak mengenali potensi, keberanian, dan impian mereka sejak bangku sekolah dasar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *