Lawan Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIBA Edukasi Siswa SDN Patapan Lewat Program Fight Bullying

Foto bersama mahasiswa Ilmu komunikasi UNIBA dengan guru dan siswa-siswi kelas 2 SDN Patapan. (doc. pribadi)
Foto bersama mahasiswa Ilmu komunikasi UNIBA dengan guru dan siswa-siswi kelas 2 SDN Patapan. (doc. pribadi)

Serang, Krajan.id – Upaya menanamkan kesadaran mengenai bahaya bullying atau perundungan sejak usia dini dilakukan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bina Bangsa (UNIBA). Melalui program bertajuk Fight Bullying, mereka menggelar sosialisasi bertema “Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Bebas Bullying” di SD Negeri Patapan, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari praktik Mata Kuliah Media dan Dokumentasi Public Relation tersebut diikuti 47 siswa kelas II SDN Patapan. Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti materi maupun berbagai aktivitas interaktif yang disiapkan panitia.

Bacaan Lainnya

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai perundungan, mulai dari pengertian, jenis-jenis, dampak yang ditimbulkan, hingga cara mencegah dan menghadapinya. Edukasi sejak dini dinilai penting agar anak memiliki sikap saling menghargai dan mampu menciptakan hubungan yang sehat dengan teman sebaya.

Perundungan sendiri dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik secara fisik, verbal, maupun sosial. Dampaknya tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis korban, tetapi juga dapat menghambat perkembangan dan kenyamanan anak dalam menjalani proses belajar di sekolah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai bentuk-bentuk bullying dan cara mengatasinya. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Untuk menciptakan suasana yang lebih menyenangkan, mahasiswa UNIBA turut menghadirkan sesi tanya jawab, permainan edukatif bertema anti-bullying, serta yel-yel atau jargon bersama yang mengajak siswa untuk saling menghargai dan menolak segala bentuk perundungan.

Berbagai aktivitas tersebut membuat para siswa aktif berpartisipasi. Mereka tampak berani mengemukakan pendapat dan mulai memahami perilaku yang termasuk tindakan perundungan maupun yang tidak.

Salah seorang peserta, Aninda, siswa kelas II SDN Patapan, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Cara kakak-kakaknya ngajar seru, terus gamenya juga seru,” ungkapnya.

Antusiasme siswa juga terlihat ketika beberapa peserta secara spontan meminta agar mahasiswa UNIBA kembali mengadakan kegiatan serupa di sekolah mereka pada kesempatan mendatang.

Hasil evaluasi melalui kuesioner yang dibagikan setelah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai bullying. Sebanyak 45 siswa menyatakan telah memahami pengertian dan jenis-jenis perundungan, sedangkan 46 siswa memahami cara mencegah tindakan tersebut.

Selain itu, seluruh peserta menyatakan siap menjadi teman yang baik dan ikut menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman dan nyaman bagi semua siswa.

Ketua pelaksana kegiatan, Hasna Zhafira, mengungkapkan rasa syukurnya atas respons positif yang diberikan para peserta selama kegiatan berlangsung.

“Kami senang melihat adik-adik begitu aktif mengikuti materi dan permainan yang telah kami siapkan. Semoga apa yang disampaikan pada kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat menjadi teman yang baik, saling menghargai, dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari guru kelas II SDN Patapan. Menurut pihak sekolah, pendekatan yang digunakan mahasiswa UNIBA membuat materi lebih mudah dipahami oleh siswa.

Penyampaian materi yang dikemas secara sederhana dan menyenangkan dinilai mampu membantu anak memahami pentingnya menghormati teman sebaya. Selain itu, kegiatan tersebut juga mendorong siswa untuk berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan kepada guru maupun orang tua.

Melalui program Fight Bullying, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIBA berharap nilai-nilai positif seperti empati, kepedulian, dan rasa saling menghargai dapat tertanam sejak dini pada diri anak-anak.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu komunikasi yang dipelajari di bangku kuliah melalui program edukasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pada akhir acara, seluruh peserta dan panitia melakukan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan sekolah aman, nyaman, ramah, dan bebas dari perundungan.

Maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah dan orang tua. Kehadiran mahasiswa melalui kegiatan edukatif semacam ini menjadi bagian dari kolaborasi yang diperlukan untuk membangun budaya saling menghormati sejak usia dini. Dengan pemahaman yang lebih baik, anak-anak diharapkan tumbuh dalam lingkungan belajar yang sehat sekaligus mampu menjadi generasi yang menjunjung tinggi empati dan kepedulian terhadap sesama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *