Lamongan, Krajan.id – Kelompok KKN 81 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar pelatihan pengolahan biji teratai dan talas menjadi produk bernilai ekonomi di Balai Desa Jabung, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 12.00 hingga 16.00 WIB itu diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Peserta terdiri atas ibu-ibu PKK, Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, anggota Karang Taruna, pelaku UMKM, serta warga Desa Jabung. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal yang selama ini belum diolah secara optimal menjadi produk siap jual.
Biji teratai dan talas dipilih karena keduanya tersedia di wilayah Desa Jabung dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku olahan pangan. Selain memiliki nilai ekonomi, kedua komoditas tersebut juga dikenal mengandung berbagai nutrisi. Biji teratai mengandung protein nabati, serat, dan antioksidan, sedangkan talas kaya vitamin C, kalium, serta serat pangan.
Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN 81 UINSA berupaya memperkenalkan alternatif produk yang dapat dikembangkan masyarakat sebagai peluang usaha berbasis potensi lokal.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari perangkat desa dan Ketua Kelompok KKN 81 UINSA. Acara dipandu oleh Yufika sebagai pembawa acara, sementara proses registrasi peserta ditangani Arisa dan Fitri. Martha bertugas sebagai pengatur waktu agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai jadwal.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh dua materi utama. Materi pertama berupa pembuatan donat berbahan dasar biji teratai dan talas. Materi kedua adalah pembuatan TeraCrunchy, camilan renyah berbahan dasar biji teratai yang dibungkus menggunakan kulit pangsit.
Materi disampaikan oleh Chabibur, Syaiful, dan Alif melalui metode demonstrasi yang dilanjutkan dengan praktik langsung. Pada sesi pembuatan donat, peserta mempelajari tahapan mulai dari mengukus dan menghaluskan talas maupun biji teratai, mencampurkan bahan, menguleni adonan hingga kalis, melakukan proses fermentasi, membentuk adonan, hingga teknik menggoreng agar menghasilkan tekstur yang matang merata.
Sementara itu, pada sesi pembuatan TeraCrunchy, peserta mempraktikkan proses merebus dan menghaluskan biji teratai, mencampurkannya dengan bumbu, membungkus adonan menggunakan kulit pangsit, kemudian menggorengnya hingga berwarna keemasan dan renyah.
Tak hanya memperkenalkan teknik pengolahan, mahasiswa KKN 81 UINSA juga mengenalkan identitas produk yang berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan desa. Donat berbahan dasar biji teratai diberi nama TeraDonut, sedangkan donat berbahan dasar talas dipasarkan dengan nama TalaDonut.
Kedua produk tersebut dilengkapi identitas visual untuk memudahkan pengenalan produk apabila nantinya dipasarkan oleh masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat daya saing UMKM Desa Jabung.
Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari takaran bahan, teknik menguleni adonan, hingga cara menyimpan produk agar kualitasnya tetap terjaga. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan praktik yang melibatkan seluruh peserta.
Ketua Kelompok KKN 81 UINSA berharap pelatihan tersebut mampu membuka wawasan masyarakat mengenai peluang usaha berbasis potensi desa.
“Kami ingin masyarakat Desa Jabung melihat biji teratai dan talas bukan sekadar bahan pangan biasa, tapi juga peluang usaha. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi produk unggulan desa,” ujarnya.
Harapan serupa juga disampaikan salah seorang peserta yang mewakili ibu-ibu PKK. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru mengenai pemanfaatan biji teratai sebagai bahan pangan olahan.
“Ternyata biji teratai bisa diolah jadi donat dan camilan renyah seperti ini. Rasanya enak dan cara membuatnya tidak terlalu sulit. Saya berencana mencoba membuatnya lagi di rumah untuk dijual,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto di halaman Balai Desa Jabung. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN 81 UINSA berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengalaman selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pemanfaatan biji teratai dan talas sebagai bahan baku olahan diharapkan mampu melahirkan produk-produk lokal seperti TeraCrunchy, TeraDonut, dan TalaDonut yang memiliki nilai jual serta menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Jabung melalui penguatan sektor UMKM berbasis potensi lokal.





