Lebak, Krajan.id – Kelompok 82 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) berkolaborasi dengan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Muncang Kopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, menggelar kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) edukatif bagi ibu dan balita, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini.
Sejak pagi, mahasiswa bersama kader PKK menyiapkan berbagai menu PMT dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau masyarakat. Bahan yang digunakan antara lain telur, ikan, tahu, tempe, serta aneka sayuran segar yang umum tersedia di lingkungan desa.
Pemanfaatan bahan pangan lokal dipilih agar masyarakat dapat menerapkan menu serupa secara mandiri tanpa terbebani biaya yang tinggi. Selain itu, pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan potensi pangan desa sebagai sumber nutrisi keluarga.
Tidak hanya memasak bersama, mahasiswa juga mengadakan demonstrasi singkat mengenai variasi pengolahan makanan. Edukasi tersebut bertujuan memberikan inspirasi kepada para ibu dalam menyajikan makanan yang lebih menarik sehingga dapat meningkatkan selera makan balita, khususnya anak yang kerap mengalami kesulitan makan.
Penyaluran PMT dilakukan secara door to door dengan mendatangi rumah-rumah warga yang memiliki bayi dan balita. Mahasiswa KKM Kelompok 82 UNIBA didampingi kader PKK menyampaikan langsung makanan tambahan sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua.
Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena memungkinkan mahasiswa melihat secara langsung kondisi anak di lingkungan keluarga. Di sisi lain, orang tua memiliki kesempatan berkonsultasi mengenai pola makan maupun tumbuh kembang anak dalam suasana yang lebih nyaman.
Di sela kegiatan, mahasiswa juga mengajak para ibu berdiskusi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang. Pembahasan berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai persoalan yang sering dihadapi keluarga, mulai dari kebiasaan jajan anak, pola makan sehari-hari, hingga tantangan menjaga asupan nutrisi balita.
Dalam edukasi tersebut, mahasiswa menekankan bahwa pencegahan stunting tidak selalu memerlukan biaya besar.
“Pencegahan stunting tidak selalu membutuhkan biaya mahal, melainkan ketepatan pemilihan nutrisi serta pola asuh gizi yang konsisten sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun,” demikian penjelasan yang disampaikan mahasiswa kepada para peserta dalam kegiatan edukasi.
Kader PKK Desa Muncang Kopong menyambut positif kolaborasi tersebut. Mereka menilai variasi menu PMT yang diperkenalkan mahasiswa dapat menjadi referensi dalam penyelenggaraan kegiatan Posyandu maupun program pemberian makanan tambahan di tingkat desa.
Selain memperkenalkan menu bergizi, kegiatan ini juga membuka ruang pertukaran pengalaman antara mahasiswa dan masyarakat. Para kader PKK berbagi praktik yang selama ini dilakukan dalam mendampingi ibu dan balita, sementara mahasiswa memberikan informasi mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode penting dalam pencegahan stunting.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap pengetahuan mengenai gizi seimbang tidak berhenti pada saat pelaksanaan program, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh setiap keluarga. Kolaborasi antara mahasiswa, kader PKK, Posyandu, dan masyarakat juga diharapkan semakin memperkuat upaya bersama dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di Desa Muncang Kopong.
Program pengabdian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Dengan mengedepankan edukasi, pendampingan, dan pemanfaatan bahan pangan lokal, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan bergizi sebagai langkah preventif dalam mencegah stunting serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.





