Ngawi, Krajan.id – Program CERIA (Cerdas, Edukatif, Riang, Inovatif, dan Aktif) yang dijalankan tim BBK 8 Universitas Airlangga di MTs Jabal Nurrohman, Desa Kasreman, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, diarahkan untuk memperkuat peran siswa sebagai mitra dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian materi Bahasa Indonesia. Tim juga menyiapkan siswa sebagai calon Duta Pendidikan yang nantinya diharapkan dapat membantu menyampaikan kembali materi kepada teman dan adik kelas melalui sistem Training of Trainers (ToT).
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Camat Kasreman Shodiq Jumairi Effendhy, S.STP., MM. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kegiatan edukasi dan sosialisasi yang menyasar masyarakat, termasuk kelompok remaja dan tenaga pendidik.
Kunjungan tim BBK 8 ke MTs Jabal Nurrohman menjadi tahap awal untuk membangun komunikasi dengan pihak sekolah sekaligus mengenali karakteristik siswa. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi tim untuk menyusun pola pelaksanaan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Pada tahap awal, kegiatan diikuti empat siswa yang menjadi calon Duta Pendidikan. Mereka mendapatkan materi Bahasa Indonesia secara bertahap, mulai dari teks diskusi, teks tanggapan, pantun, teks cerita inspiratif, hingga teks deskripsi.
Materi disampaikan melalui metode ceramah interaktif yang dipadukan dengan tanya jawab dan contoh sederhana. Pendekatan tersebut digunakan agar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan memiliki ruang untuk berinteraksi selama proses pembelajaran.
Kepala Sekolah MTs Jabal Nurrohman menekankan pentingnya peran guru dalam memastikan siswa tetap memperoleh pembelajaran, termasuk ketika menghadapi kondisi yang tidak selalu ideal.
“Bagaimana kondisi dan keadaan siswa, seorang guru harus tetap mengajarkan mereka. Itu adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar,” ujar Kepala Sekolah MTs Jabal Nurrohman.
Selain memberikan materi, tim BBK 8 juga menggali informasi mengenai karakteristik siswa, kendala belajar, serta kebutuhan pembelajaran di MTs Jabal Nurrohman. Informasi tersebut menjadi bahan untuk menyesuaikan pelaksanaan program CERIA agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Para calon Duta Pendidikan juga mendapatkan penjelasan mengenai tugas, peran, dan tanggung jawab selama program berlangsung. Tim bersama pihak sekolah kemudian menyepakati jadwal dan alur kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangkaian program berikutnya.
Penguatan kapasitas siswa tersebut menjadi penting karena program CERIA tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima materi. Mereka juga dipersiapkan untuk mengambil peran dalam menyebarluaskan pengetahuan kepada lingkungan sekolah melalui mekanisme ToT.
Di sisi lain, tim BBK 8 Universitas Airlangga turut mengangkat isu perundungan di lingkungan sekolah melalui sosialisasi bertajuk Stop Bully. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menempelkan poster informatif dan memberikan penjelasan singkat mengenai larangan tindakan perundungan, khususnya di lingkungan sekolah.
Pesan tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami materi pelajaran, tetapi juga dengan terciptanya ruang belajar yang mendukung perkembangan siswa.
Kepala Sekolah MTs Jabal Nurrohman juga menyinggung tantangan yang dihadapi sekolah dalam proses pembelajaran, terutama dalam menyesuaikan kurikulum dengan kemampuan siswa.
“Kurikulum memang terkadang membuat siswa bingung, namun kita sebagai guru, kami akan berusaha keterampilan tenaga agar siswa tetap mampu memahaminya,” ujar Kepala Sekolah MTs Jabal Nurrohman.
Pelaksanaan program CERIA menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keterbatasan waktu untuk menyesuaikan kurikulum sekolah dengan rancangan modul yang telah disusun. Kondisi lingkungan sekolah yang tidak sepenuhnya kondusif juga menjadi tantangan dalam proses pengajaran.
Meski demikian, dukungan pihak sekolah dan keterbukaan siswa menjadi faktor yang membantu kegiatan tetap berjalan. Kondisi tersebut memberi ruang bagi tim BBK 8 untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan situasi di lapangan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, tim BBK 8 Universitas Airlangga berupaya membangun komunikasi yang lebih kuat dengan pihak sekolah dan siswa. Pembekalan calon Duta Pendidikan diharapkan dapat menjadi pijakan untuk pelaksanaan program CERIA secara lebih luas.
Program ini sekaligus diarahkan untuk mendukung SDGs 4 atau Quality Education, terutama melalui penguatan proses pembelajaran yang interaktif, peningkatan motivasi belajar, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.
Bagi MTs Jabal Nurrohman, keterlibatan siswa dalam program tersebut juga membuka peluang untuk membangun pola pembelajaran yang tidak hanya berlangsung satu arah. Siswa didorong untuk memahami materi, berinteraksi, sekaligus mengambil peran dalam membantu proses belajar bersama di lingkungan sekolah.





