Mahasiswa BBK 8 UNAIR Kenalkan Identitas Digital untuk UMKM Desa Kasreman

Proses Pendataan dan Penandaan (tagging) UMKM, (Rabu, 22 Juli 2026). (foto: tim BBK 8 Universitas Airlangga
Proses Pendataan dan Penandaan (tagging) UMKM, (Rabu, 22 Juli 2026). (foto: tim BBK 8 Universitas Airlangga

Ngawi, Krajan, id – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong pelaku UMKM Desa Kasreman, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, mulai memperkuat identitas usaha di ruang digital. Upaya itu dilakukan melalui Program LENTERA (Literasi Ekonomi Online & Tata Letak Lokasi Pasar Digital) pada 22 Juli 2026.

Program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi sederhana yang dapat mendukung pemasaran. Salah satunya dengan mendaftarkan dan menandai lokasi UMKM melalui Google Maps sehingga keberadaan usaha lebih mudah ditemukan calon konsumen.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Camat Kasreman, Shodiq Jumairi Effendy, S.STP., M.M. Mahasiswa BBK 8 tidak hanya mendata lokasi usaha, tetapi juga memberikan materi mengenai kemasan produk atau packaging serta pemanfaatan WhatsApp Business sebagai sarana komunikasi dan pemasaran.

Pendataan lokasi menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut. Mahasiswa mendatangi pelaku UMKM untuk membantu melakukan penandaan lokasi usaha di Google Maps. Dengan tersedianya titik lokasi digital, konsumen dapat memperoleh informasi mengenai keberadaan tempat usaha dengan lebih mudah, termasuk calon pembeli dari luar wilayah Desa Kasreman.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun identitas digital UMKM. Bagi usaha yang selama ini mengandalkan pelanggan di sekitar lingkungan tempat tinggal, keberadaan lokasi pada platform digital dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan usaha kepada pasar yang lebih luas.

Selain digitalisasi lokasi usaha, mahasiswa BBK 8 Kasreman menyusun buku panduan UMKM yang dibagikan melalui saluran WhatsApp. Materi dalam panduan mencakup pentingnya kemasan produk yang menarik dan informatif serta pemanfaatan WhatsApp Business untuk mendukung kegiatan pemasaran.

Pemilihan saluran WhatsApp memungkinkan materi dipelajari secara lebih fleksibel. Pelaku UMKM dapat membuka kembali panduan tersebut sesuai kebutuhan dan waktu yang tersedia.

Mahasiswa juga melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test dengan memanfaatkan fitur polling pada saluran WhatsApp. Evaluasi tersebut digunakan untuk melihat tingkat pemahaman pelaku usaha terhadap materi yang telah diberikan.

Program LENTERA tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi diarahkan pada penggunaan teknologi yang dekat dengan aktivitas sehari-hari pelaku UMKM. Google Maps digunakan untuk memperjelas lokasi usaha, sedangkan WhatsApp Business diperkenalkan sebagai sarana komunikasi dengan konsumen. Sementara itu, materi packaging diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai penyajian produk.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa BBK 8 UNAIR berharap pelaku UMKM Desa Kasreman semakin percaya diri memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

Penguatan identitas digital, pemahaman kemasan, dan pemanfaatan media komunikasi bisnis diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing.

Program tersebut juga sejalan dengan semangat SDGs 1, 8, dan 17, khususnya dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas di tingkat desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *