Mahasiswa MKT Untidar Bekali Siswa SMA Negeri 3 Magelang dengan Seminar Public Speaking

Foto bersama seluruh peserta. (Dok. Pribadi MKT SMA Negeri 3)
Foto bersama seluruh peserta. (Dok. Pribadi MKT SMA Negeri 3)

Magelang, Krajan.id – Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar menggelar seminar public speaking bertajuk “Generasi Berani: Bicara Percaya Diri, Buka Jalan Prestasi” bagi siswa kelas XII SMA Negeri 3 Magelang, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula SMA Negeri 3 Magelang tersebut menghadirkan dosen sekaligus Koordinator Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar, Agnira Rekha, M.Pd., sebagai narasumber.

Bacaan Lainnya

Seminar menjadi salah satu program kerja mahasiswa MKT Untidar selama menjalani kegiatan magang di SMA Negeri 3 Magelang. Program tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan public speaking, terutama dalam menyampaikan gagasan dan berbicara di depan umum dengan lebih percaya diri.

Pemilihan topik dilakukan berdasarkan hasil observasi mahasiswa MKT selama melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah. Hasil observasi tersebut kemudian didiskusikan dengan pihak sekolah agar materi seminar dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa kelas XII.

Dalam pemaparan bertajuk “Master the Stage: Dari Gugup Jadi Standout!”, Agnira Rekha menjelaskan sejumlah aspek dalam komunikasi efektif. Materi yang diberikan mencakup tiga pilar utama komunikasi, teknik mengatasi rasa gugup, serta cara mengembalikan fokus ketika tampil di hadapan orang lain.

Tidak hanya mendengarkan pemaparan, siswa juga diajak mempraktikkan materi yang diberikan. Praktik dilakukan melalui empat sesi tantangan berbicara selama 60 detik dengan beragam topik.

Praktik public speaking oleh peserta. (Dok. Pribadi MKT SMA Negeri 3)
Praktik public speaking oleh peserta. (Dok. Pribadi MKT SMA Negeri 3)

Kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut membuat siswa terlibat secara langsung. Peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai teknik berbicara, tetapi juga mendapat kesempatan untuk mencoba menyampaikan gagasan secara spontan di depan peserta lainnya.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sejumlah siswa menyampaikan pertanyaan terkait pengalaman berbicara di depan umum, rasa gugup, dan cara membangun kepercayaan diri ketika tampil.

Pada akhir pemaparan, Agnira Rekha menyampaikan pesan kepada para siswa. “Panggung bukan tempat menilai diri, tetapi tempat berbagi impact,” ujarnya.

Ia juga mendorong siswa membiasakan diri berlatih berbicara secara mandiri. Salah satu latihan sederhana yang disarankan adalah berbicara di depan cermin selama dua menit setiap hari untuk membangun kepercayaan diri.

Bagi mahasiswa MKT Untidar, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi dalam mendukung pengembangan siswa di luar kegiatan pembelajaran reguler. Program seminar juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan hasil pengamatan selama menjalani kegiatan magang di sekolah.

Respons positif datang dari peserta seminar. Cornelius Jeremy Bimoprakoso, siswa kelas XII/F-5, mengaku sempat meragukan manfaat kegiatan tersebut sebelum mengikuti seminar.

“Awalnya saya kira seminar ini kurang berfungsi, hanya lewat saja. Terus, setelah ikut seminar, jadi merasa berguna karena materinya public speaking,” ujarnya.

Menurut Cornelius, materi yang diberikan menjadi lebih bermanfaat setelah peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami dan mempraktikkan teknik berbicara di depan umum. Ia juga memberikan masukan agar kegiatan serupa pada masa mendatang dapat melibatkan lebih banyak siswa dalam sesi praktik.

Ia menilai keterlibatan peserta secara langsung penting karena pada seminar tersebut hanya beberapa siswa yang tampil ke depan. Selain itu, proses praktik membutuhkan waktu yang cukup lama.

Hal serupa disampaikan Aufa Khanza, siswa kelas XII/F-4. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai komunikasi efektif setelah mengikuti seminar tersebut.

“Saya kira public speaking itu cuma soal berani bicara di depan, tapi ternyata ada teknik-tekniknya,” katanya.

Aufa mengatakan materi mengenai tiga pilar komunikasi efektif menjadi salah satu bagian yang paling menarik baginya. Ia juga menyatakan tertarik mengikuti kegiatan serupa apabila kembali diselenggarakan.

Seminar “Generasi Berani” ditutup dengan keterlibatan siswa dan guru SMA Negeri 3 Magelang. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa MKT Untidar berharap siswa dapat terus melatih kemampuan berbicara, menyampaikan gagasan secara lebih terstruktur, serta membangun kepercayaan diri yang dapat digunakan dalam pendidikan maupun kehidupan profesional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *