Bandung, Krajan.id – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan terus dilakukan melalui kegiatan edukasi berbasis masyarakat. Salah satunya diwujudkan dalam program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh dosen Universitas Teknologi Bandung (UTB) bersama warga RT 9 Cibuntu Tengah, Kelurahan Warung Muncang, Kota Bandung, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada sosialisasi pencegahan penyakit melalui pengelolaan makanan yang sehat dan aman dikonsumsi. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan memperkuat pemahaman warga mengenai risiko penggunaan zat aditif dalam makanan.
Selama kegiatan berlangsung, tim pengabdian masyarakat menyampaikan materi secara bertahap. Pada sesi awal, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis zat aditif yang umum ditemukan dalam makanan, termasuk potensi dampaknya terhadap kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai ketentuan.
Selain itu, warga juga memperoleh penjelasan mengenai pentingnya mengenali kandungan makanan sebelum dikonsumsi. Edukasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjadi konsumen yang lebih cermat dalam memilih bahan pangan bagi keluarga.
Memasuki sesi berikutnya, tim memperkenalkan metode penyaringan makanan atau food filtering sebagai langkah sederhana dalam memilih makanan yang lebih aman. Materi tersebut meliputi cara mengenali potensi bahaya zat aditif, mencegah konsumsi makanan yang mengandung zat berisiko, hingga membangun kebiasaan memilih makanan sehat di lingkungan keluarga.
Melalui pendekatan tersebut, warga diajak memahami bahwa pencegahan penyakit tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga dimulai dari pola konsumsi sehari-hari. Pengelolaan makanan yang baik dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Warga tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka temui dalam memilih makanan yang aman untuk keluarga. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung.
Program pengabdian masyarakat ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Teknologi Bandung (UTB) dan warga RT 9 Cibuntu Tengah. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait keamanan pangan dan peningkatan kualitas kesehatan.
Dosen Universitas Teknologi Bandung, Ai Nurhayati dan Saepudin, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Sosialisasi dan praktik pencegahan konsumsi zat aditif ini diharapkan dapat memperluas wawasan warga PPI serta memberikan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak nyata pada peningkatan kualitas makanan masyarakat,” ujarnya.
Menurut mereka, peningkatan literasi masyarakat mengenai keamanan pangan menjadi salah satu langkah penting untuk membangun perilaku konsumsi yang lebih sehat sekaligus mengurangi risiko penyakit yang dipicu oleh pola makan yang kurang tepat.
Warga RT 9 Cibuntu Tengah, Siti Aisyah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Semoga menjadi solusi dalam meningkatkan kecerdasan konsumen di wilayah kami,” katanya.
Selain memberikan wawasan baru mengenai bahaya zat aditif, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif di lingkungan warga untuk membiasakan konsumsi makanan yang lebih sehat. Peserta diajak saling berbagi pengetahuan mengenai cara memilih bahan pangan yang aman serta mengurangi penggunaan bahan tambahan yang tidak diperlukan dalam pengolahan makanan.
Di akhir kegiatan, sejumlah peserta berharap program serupa dapat terus dilaksanakan dengan tema yang lebih luas. Mereka menginginkan adanya pelatihan lanjutan mengenai keamanan pangan maupun upaya pencegahan berbagai penyakit berbasis pola hidup sehat.
“Kami berharap ke depan ada pelatihan lanjutan, tidak hanya terkait kesehatan makanan saja, tetapi juga pencegahan berbagai sumber penyakit lainnya,” ujar salah satu peserta.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, UTB berharap edukasi mengenai kesehatan masyarakat dan keamanan pangan dapat terus menjangkau lebih banyak warga. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai konsumsi makanan yang aman, diharapkan budaya hidup sehat dapat tumbuh secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.





