Probolinggo, Krajan.id – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 137 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya bersama perangkat dan warga Desa Pendil memasang reflektor jalan di sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan, Sabtu (18/7/2026). Salah satu lokasi pemasangan berada di kawasan perbatasan Desa Pendil dan Desa Klenang Lor.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dijalankan mahasiswa KKN 137 UINSA selama berada di Desa Pendil. Program ini difokuskan pada upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama di ruas jalan yang memiliki penerangan minim pada malam hari.
Koordinator Desa KKN 137 UINSA, Rama, mengatakan pemasangan reflektor dilakukan setelah tim melakukan survei terhadap sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat risiko kecelakaan lebih tinggi karena kondisi jalan yang gelap.
“Program pemasangan reflektor ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari. Kami melihat masih ada beberapa titik jalan desa yang minim penerangan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, sehingga pemasangan reflektor diharapkan dapat membantu pengendara mengenali kondisi jalan dengan lebih jelas,” ujar Rama.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut tidak dilakukan secara spontan. Mahasiswa KKN bersama perangkat desa dan masyarakat terlebih dahulu menyusun perencanaan yang matang, mulai dari survei lapangan, penentuan lokasi prioritas, hingga penyiapan alat dan bahan yang diperlukan.
Proses tersebut dilakukan agar reflektor dapat dipasang pada titik-titik yang benar-benar membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. Kehadiran reflektor diharapkan membantu pengendara mengenali arah jalan, terutama saat melintas pada malam hari atau ketika kondisi cuaca kurang mendukung.
Kegiatan pemasangan reflektor juga mendapat dukungan langsung dari Kepala Desa Pendil, Mahfuds. Ia hadir bersama warga saat proses pemasangan berlangsung dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemasangan ini tepat sekali, karena di daerah ini tidak ada penerangan jalan umum dan agak jauh dari perumahan, sehingga pemasangan tepat sekali dan istilahnya bermanfaat untuk pengguna jalan,” kata Mahfuds.
Ia menilai keberadaan reflektor menjadi solusi sederhana namun efektif untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan di kawasan tersebut. Terlebih, lokasi pemasangan berada di jalur yang relatif gelap dan belum dilengkapi fasilitas penerangan jalan umum.
Rama berharap program tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat berkendara, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan. Ia juga berharap pemasangan reflektor dapat terus diperluas ke titik-titik lain yang masih membutuhkan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak.
Sementara itu, Pemerintah Desa Pendil menyatakan berkomitmen menjaga keberlanjutan program tersebut dengan merawat reflektor yang telah terpasang serta mendorong adanya dukungan dari pemerintah daerah.
“Yang utama sekarang merawat yang sudah ada. Untuk kedepannya tidak hanya pemerintah desa, namun pemerintah Kabupaten Probolinggo juga sedikit peduli dengan alat reflektor karena terus terang alat ini sangat berguna bagi pengguna jalan raya,” ujar Mahfuds.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat ini menjadi contoh sinergi dalam menghadirkan solusi sederhana yang berdampak langsung bagi lingkungan. Melalui pemasangan reflektor jalan, diharapkan tingkat keselamatan pengguna jalan di Desa Pendil dan sekitarnya semakin meningkat, khususnya pada malam hari ketika jarak pandang pengendara menjadi lebih terbatas.





