Undar Andir, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar seminar pendidikan bertema “Scam & Bullying” di SMP Al Madani, Desa Undar Andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja KKM untuk meningkatkan literasi digital sekaligus membangun kesadaran pelajar terhadap bahaya scam atau penipuan digital serta bullying di lingkungan sekolah maupun media sosial.
Seminar diikuti siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP Al Madani bersama dewan guru. Hadir dalam kegiatan tersebut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa, Hj. Putri Handayani, S.I.K., M.I.Kom.
Adapun narasumber yang memberikan materi yakni dosen Universitas Bina Bangsa Aditya Maharani, S.Kom., M.T.I., serta Kapolsek Kragilan AIPTU Dadang Surya yang didampingi BRIPKA Adi Herwansyah.
Pada sesi pembuka, Aditya Maharani menyampaikan materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Menurutnya, perkembangan teknologi AI dapat menjadi sarana yang membantu proses pembelajaran apabila dimanfaatkan secara tepat.
Ia menjelaskan bahwa AI dapat digunakan untuk mencari referensi, mengembangkan ide, hingga meningkatkan kreativitas siswa. Meski demikian, penggunaan teknologi tersebut tidak boleh mengurangi kemampuan berpikir kritis maupun kebiasaan melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima.
Sebagai bentuk implementasi materi, peserta juga diajak mempraktikkan penggunaan AI untuk mendukung kegiatan belajar. Melalui sesi tersebut, siswa diperkenalkan pada cara memanfaatkan teknologi digital secara positif sehingga mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“AI merupakan teknologi yang dapat membantu proses belajar, tetapi penggunaannya harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab agar memberikan manfaat, bukan menimbulkan dampak negatif,” ujar Aditya Maharani.
Pada sesi berikutnya, Kapolsek Kragilan AIPTU Dadang Surya mengajak para siswa memahami bahaya bullying yang hingga kini masih kerap terjadi, baik di lingkungan sekolah maupun melalui media sosial.
Ia menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik. Perundungan juga dapat berbentuk ejekan, penghinaan, intimidasi, pengucilan, hingga pelecehan di ruang digital yang berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kondisi psikologis korban.
Selain membahas bullying, AIPTU Dadang Surya juga mengingatkan peserta mengenai meningkatnya berbagai modus scam atau penipuan digital. Menurutnya, pelajar perlu memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah menjadi korban kejahatan siber.
Ia mengimbau siswa agar tidak mudah mempercayai pesan, tautan, maupun informasi yang sumbernya belum jelas. Apabila menemukan hal yang mencurigakan di dunia digital, siswa disarankan segera berkonsultasi dengan guru atau orang tua sebelum mengambil tindakan.
“Bullying bukan hanya tindakan fisik, tetapi juga bisa berupa ucapan, penghinaan, intimidasi, maupun perundungan di media sosial. Begitu pula dengan scam, kita harus lebih teliti dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar,” kata AIPTU Dadang Surya.
Selama kegiatan berlangsung, seminar dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, praktik penggunaan AI, diskusi, serta sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pemanfaatan teknologi digital secara aman dan cara menghadapi berbagai bentuk perundungan maupun penipuan di internet.
Melalui kegiatan tersebut, KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa berharap para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai bentuk scam dan bullying yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, siswa juga diharapkan semakin cakap memanfaatkan teknologi digital secara cerdas, bertanggung jawab, serta tetap menjunjung etika dalam berinteraksi, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan kepolisian ini menjadi salah satu upaya memperkuat edukasi karakter sekaligus meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar. Sinergi tersebut dinilai penting mengingat tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga meningkatnya risiko penyalahgunaan media digital.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kerja sama antara Universitas Bina Bangsa, SMP Al Madani, dan Polsek Kragilan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari praktik bullying dan penipuan digital.
Seminar ini sekaligus menjadi wujud pengabdian mahasiswa KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan pelajar di era digital. Melalui pendekatan yang melibatkan akademisi dan aparat kepolisian, diharapkan para siswa semakin siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi dengan tetap mengedepankan sikap kritis, etika, serta tanggung jawab dalam memanfaatkan media digital.





