KKN 195 UNS Perkuat Kesiapan UMKM Hadiluwih Masuk Ekosistem Digital

Mahasiswa KKN 195 UNS bersama pegawai Bank BRI Pacitan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM Desa Hadiluwih dalam proses pendaftaran QRIS di Balai Dusun Gareng Kidul, Desa Hadiluwih. (Dok. Pribadi/KKN 195 UNS)
Mahasiswa KKN 195 UNS bersama pegawai Bank BRI Pacitan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM Desa Hadiluwih dalam proses pendaftaran QRIS di Balai Dusun Gareng Kidul, Desa Hadiluwih. (Dok. Pribadi/KKN 195 UNS)

Hadiluwih, Krajan.id Pengembangan UMKM di tingkat desa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga perlu memiliki identitas yang jelas, mudah ditemukan konsumen, serta mampu menggunakan sistem pembayaran yang mengikuti perkembangan teknologi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 195 Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam menjalankan program pendampingan bagi pelaku UMKM di Desa Hadiluwih, Kecamatan Ngadirojo. Melalui tiga program yang dilaksanakan pada Juli hingga Agustus 2026, mahasiswa berupaya memperkuat aspek branding, digitalisasi usaha, dan transaksi digital.

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan itu mengusung tema “Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pengembangan Usaha Produktif dan Hilirisasi Produk Desa”. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap di Balai Dusun Gareng Kidul, Desa Hadiluwih.

Tiga program yang dijalankan meliputi Penguatan Branding UMKM melalui Pengembangan Identitas Visual dan Desain Kemasan Produk, Pendampingan Digitalisasi UMKM melalui Pendaftaran Lokasi Usaha pada Google Maps, serta Peningkatan Inklusi Keuangan Digital UMKM melalui Implementasi QRIS.

Ketiga program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada tampilan produk, tetapi juga pada kemudahan konsumen menemukan lokasi usaha dan melakukan transaksi.

Program pertama dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026. Mahasiswa KKN 195 UNS memberikan edukasi mengenai pentingnya identitas visual dan desain kemasan bagi produk UMKM.

Dalam pendampingan tersebut, pelaku usaha diperkenalkan pada pemahaman bahwa kemasan bukan sekadar pelindung produk. Identitas visual dan desain kemasan juga dapat menjadi bagian dari cara sebuah produk dikenali konsumen.

Bagi UMKM yang masih berada dalam tahap merintis usaha, penguatan identitas menjadi salah satu aspek yang dapat membantu membangun citra produk. Karena itu, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai strategi sederhana dalam mengembangkan identitas visual dan kemasan sesuai karakter produk yang dimiliki pelaku usaha.

Pendampingan kemudian berlanjut pada aspek keberadaan usaha di ruang digital. Pada Senin, 3 Agustus 2026, mahasiswa KKN 195 UNS membantu pelaku UMKM melakukan pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps.

Langkah tersebut ditujukan agar keberadaan UMKM lebih mudah ditemukan masyarakat melalui pencarian digital. Informasi mengenai alamat dan lokasi usaha dapat ditampilkan sehingga calon pelanggan memiliki akses yang lebih praktis ketika ingin mencari tempat usaha.

Digitalisasi ini menjadi penting karena keberadaan usaha tidak lagi hanya bergantung pada informasi dari lingkungan sekitar. Dengan tercantumnya lokasi usaha pada layanan peta digital, pelaku UMKM memiliki salah satu sarana untuk memperkenalkan keberadaan usahanya kepada masyarakat yang mencari informasi secara daring.

Program ketiga menyasar aspek transaksi. Pada Jumat, 7 Agustus 2026, KKN 195 UNS melaksanakan pendampingan implementasi QRIS untuk meningkatkan inklusi keuangan digital pelaku UMKM.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengenalkan sistem pembayaran digital melalui QRIS sekaligus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha. Pelaksanaan program menggandeng mitra dari Bank BRI Pacitan untuk memberikan pendampingan teknis serta membantu proses pendaftaran dan pengajuan QRIS agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Pendekatan tersebut membuat rangkaian program tidak berhenti pada pemberian edukasi. Pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan dalam mengenal sejumlah fasilitas digital yang dapat digunakan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Salah satu pelaku UMKM Desa Hadiluwih, Halimah dari Dusun Nglebeng, mengatakan pendampingan yang dilakukan mahasiswa memberikan manfaat bagi usahanya yang masih dalam tahap perintisan.

“Sangat terbantu sekali dengan adanya 3 proker ini, apalagi kami ibaratnya masih merintis usaha ya, jadi ya sangat terbantu,” ujar Halimah.

Pernyataan tersebut menunjukkan kebutuhan pelaku UMKM terhadap pendampingan, terutama ketika usaha masih berada pada tahap awal pengembangan. Pengetahuan mengenai identitas produk, keberadaan usaha di platform digital, hingga sistem pembayaran menjadi bagian yang saling berkaitan dalam pengelolaan usaha.

Melalui tiga program tersebut, KKN 195 UNS menempatkan digitalisasi UMKM sebagai salah satu bagian dari penguatan usaha produktif di Desa Hadiluwih. Branding membantu produk memiliki identitas, Google Maps mendukung kemudahan konsumen menemukan lokasi usaha, sedangkan QRIS memberikan alternatif transaksi digital bagi pelaku UMKM.

Ketiga aspek itu sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM desa dapat dilakukan melalui langkah-langkah praktis yang dekat dengan kebutuhan pelaku usaha. Pendampingan diarahkan bukan untuk mengubah karakter usaha lokal, melainkan membantu pelaku UMKM memanfaatkan sarana yang tersedia untuk mendukung aktivitas bisnis.

KKN 195 UNS berharap pendampingan tersebut dapat membantu pelaku UMKM Desa Hadiluwih semakin siap mengembangkan usahanya. Pemanfaatan identitas visual, teknologi digital, dan sistem pembayaran digital diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing produk sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UNS untuk berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi usaha produktif desa. Pendampingan UMKM juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang dapat diterapkan pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan bisnis setelah rangkaian KKN berakhir.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *