KKN Tematik UNS Hadir di Desa Sedayu, Dorong Pengembangan Potensi Desa melalui Edukasi dan Digitalisasi

Dokumentasi bersama. (Dok. Pribadi/Kelompok KKN Literasi 123 Desa Sedayu)
Dokumentasi bersama. (Dok. Pribadi/Kelompok KKN Literasi 123 Desa Sedayu)

Sedayu, Krajan.id – Pengembangan potensi ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu fokus KKN Tematik UNS Membangun Desa di Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) mengembangkan web dashboard yang memuat data UMKM dan potensi ekonomi desa sebagai bagian dari upaya memperluas akses informasi mengenai produk lokal.

Program tersebut menjadi salah satu dari sembilan program kerja yang disusun mahasiswa berdasarkan hasil survei, koordinasi, dan wawancara dengan pemerintah desa serta masyarakat. Pendekatan itu dilakukan agar kegiatan yang dijalankan tidak sekadar menjadi aktivitas sementara, tetapi menyesuaikan dengan kebutuhan yang ditemukan di Desa Sedayu.

Bacaan Lainnya

Kegiatan KKN Tematik UNS tersebut mengusung tema “Pengembangan Desa Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sedayu”. Adapun judul programnya adalah “Pemberdayaan Masyarakat Desa Sedayu melalui Program Edukasi, Kesehatan, Pengembangan Karakter Anak, dan Digitalisasi Potensi Desa Menuju Masyarakat yang Mandiri dan Berdaya Saing.”

Dalam pelaksanaannya, sembilan mahasiswa KKN bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sedayu, perangkat desa, sekolah, Karang Taruna, pelaku UMKM, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Desa Sedayu memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, antara lain pertanian, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan budaya. Namun, pemanfaatan teknologi untuk memperkenalkan potensi tersebut masih perlu diperkuat. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah promosi dan pemasaran produk lokal, khususnya produk UMKM, yang dinilai belum maksimal.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar mahasiswa mengembangkan digitalisasi potensi desa. Melalui web dashboard, data UMKM yang sebelumnya perlu dihimpun secara manual dapat disajikan dalam sebuah media informasi yang lebih mudah diakses.

Dalam pengembangannya, mahasiswa terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sedayu. Tahapan berikutnya berupa pengumpulan dan verifikasi data UMKM yang akan dimasukkan ke dalam sistem.

Setelah data dihimpun, mahasiswa mengembangkan web dashboard yang dirancang sebagai media informasi sekaligus sarana untuk memperkenalkan potensi ekonomi Desa Sedayu. Program tersebut tidak berhenti pada pembuatan sistem. Mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada perangkat desa agar pengelolaan website dapat diteruskan setelah kegiatan KKN berakhir.

Kantor Desa Sedayu. (Dok. Pribadi/Kelompok KKN Literasi 123 Desa Sedayu)
Kantor Desa Sedayu. (Dok. Pribadi/Kelompok KKN Literasi 123 Desa Sedayu)

Mahasiswa turut menyerahkan manual book sebagai panduan pengelolaan web dashboard. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari program karena keberlanjutan sistem membutuhkan kemampuan pengelola di tingkat desa.

Melalui dashboard tersebut, informasi mengenai UMKM di Desa Sedayu diharapkan dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Pelaku usaha juga memiliki ruang untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Digitalisasi itu sekaligus memperlihatkan perubahan pendekatan dalam pengembangan potensi desa. Promosi produk lokal tidak hanya mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi mulai diarahkan pada pemanfaatan platform digital yang dapat dikelola dari lingkungan pemerintahan desa.

Selain web dashboard, mahasiswa memberikan pendampingan digitalisasi UMKM melalui Google Maps dan QRIS. Program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi dalam mendukung aktivitas usahanya.

Namun, kegiatan KKN tidak hanya berorientasi pada sektor ekonomi. Mahasiswa juga menjalankan sejumlah program di bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan karakter anak, pertanian, dan literasi keuangan.

Sembilan program kerja yang dilaksanakan mencakup penguatan empati dan keterampilan sosial siswa sekolah dasar, permainan edukatif untuk meningkatkan kemampuan motorik anak, sosialisasi kesehatan gigi dan mulut, pendampingan digitalisasi UMKM melalui Google Maps dan QRIS, Sekolah Tani Cilik melalui budidaya kangkung dalam polybag, edukasi literasi keuangan dan gemar menabung, edukasi perlindungan diri anak, pengembangan web dashboard potensi ekonomi desa, serta pengenalan Bahasa Arab dasar bagi anak usia dini.

Program pendidikan dan pengembangan karakter anak dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih interaktif. Mahasiswa menggunakan permainan kelompok, praktik langsung, diskusi, kegiatan seni, serta pembelajaran di luar kelas.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung kemampuan anak dalam bekerja sama, meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Pendekatan melalui aktivitas yang menyenangkan juga membuat proses pembelajaran tidak hanya berlangsung secara satu arah.

Sementara itu, program Sekolah Tani Cilik memperkenalkan budidaya kangkung menggunakan polybag. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan pertanian kepada anak sekaligus memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai ruang belajar.

Sasaran program KKN juga mencakup kelompok masyarakat yang lebih luas. Selain anak-anak sekolah, kegiatan melibatkan kelompok pemuda dan Karang Taruna, PKK dan Posyandu, kelompok tani dan Gapoktan, pelaku UMKM dan BUMDes, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, kelompok lansia, serta organisasi kemasyarakatan di Desa Sedayu.

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut menjadi bagian dari pola pemberdayaan yang diterapkan mahasiswa. Program tidak hanya diarahkan kepada satu kelompok penerima manfaat, tetapi disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kelompok.

Sebelum program dijalankan, mahasiswa melakukan survei dan membangun komunikasi dengan sejumlah pihak di desa. Koordinasi dan wawancara dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi serta persoalan yang dihadapi masyarakat.

Tahapan tersebut juga menjadi dasar dalam menentukan program kerja. Dengan memahami kebutuhan masyarakat sejak awal, mahasiswa dapat menyesuaikan kegiatan yang dirancang dengan potensi serta persoalan yang ada di lapangan.

Bagi mahasiswa, kegiatan KKN menjadi ruang untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar menghadapi persoalan masyarakat secara langsung. Interaksi dengan pemerintah desa, pelaku usaha, kelompok masyarakat, dan anak-anak memberikan pengalaman mengenai proses pemberdayaan yang membutuhkan komunikasi dan kerja sama.

Dari sembilan program tersebut, pengembangan web dashboard menjadi salah satu upaya yang diarahkan untuk tetap dapat dimanfaatkan setelah masa KKN selesai. Pelatihan kepada perangkat desa dan penyerahan manual book menjadi bagian dari upaya agar sistem yang telah dibuat dapat dikelola secara mandiri.

Kegiatan KKN Tematik UNS di Desa Sedayu pada akhirnya tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai pendamping masyarakat dalam mengembangkan sejumlah potensi yang tersedia. Digitalisasi UMKM, pendidikan anak, kesehatan, pertanian, dan literasi menjadi beberapa bidang yang disentuh melalui program tersebut.

Kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan dan keterlibatan masyarakat, program KKN diharapkan dapat memberikan manfaat yang tetap dapat digunakan setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan pengabdian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *