Kebonratu, Krajan.id – Penguatan ekonomi desa tidak cukup hanya mengandalkan peran pemerintah desa atau pelaku usaha semata. Dibutuhkan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar potensi ekonomi lokal dapat berkembang secara berkelanjutan. Gagasan tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Tata Kelola Ekonomi Desa melalui Pemberdayaan UMKM yang digelar dosen bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 27 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) di Kantor Desa Kebonratu, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang terintegrasi dengan KKM Universitas Bina Bangsa Tahun 2026. Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Melalui kegiatan tersebut, tim dosen dan mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya tata kelola ekonomi desa yang terintegrasi, tetapi juga membekali peserta dengan strategi memperkuat daya saing usaha melalui branding produk dan pemasaran digital.
Pendekatan tersebut dipilih karena tantangan yang dihadapi pelaku usaha desa saat ini tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga kemampuan memasarkan produk secara lebih luas. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Diah Ayu Pratiwi, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pembangunan ekonomi desa memerlukan keterlibatan seluruh elemen yang ada di desa. Menurutnya, setiap pihak memiliki fungsi yang saling melengkapi sehingga mampu menciptakan sistem ekonomi yang lebih kuat.
“Pemerintah desa memiliki peran sebagai fasilitator, BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa, UMKM sebagai pelaku usaha, perguruan tinggi sebagai mitra pendamping, dan masyarakat sebagai pendukung utama. Ketika seluruh unsur tersebut mampu berkolaborasi, potensi ekonomi desa akan berkembang lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Diah.
Selain membahas pentingnya sinergi antarpihak, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi membangun identitas produk agar lebih mudah dikenal konsumen. Materi tersebut dilengkapi dengan pembahasan mengenai pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital sebagai sarana promosi yang dinilai mampu memperluas jangkauan pasar produk UMKM.
Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi berjalan interaktif. Peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan pengembangan usaha di era digital. Sebagian besar pertanyaan membahas cara memanfaatkan media sosial untuk promosi, memperluas pasar, hingga membangun identitas merek yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pendampingan dan peningkatan literasi digital masih menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan usaha di tingkat desa. Melalui forum tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga kesempatan berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha.
Ketua KKM Kelompok 27 Universitas Bina Bangsa, TB. Muhammad Rafi Adzikra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi desa.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga menjadi awal dari kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah desa, BUMDes, pelaku UMKM, perguruan tinggi, dan masyarakat. Sinergi tersebut penting untuk mendorong berkembangnya UMKM sekaligus memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan,” ungkap Rafi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Kelompok 27 turut berperan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Mereka menjadi penghubung antara perguruan tinggi dengan masyarakat desa sehingga proses transfer pengetahuan dapat berlangsung lebih efektif.
Keterlibatan mahasiswa juga diharapkan mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan mengenai pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi tridarma melalui pendampingan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, tim PkM bersama KKM Kelompok 27 Universitas Bina Bangsa berkomitmen melanjutkan pendampingan kepada pelaku UMKM di Desa Kebonratu. Program tersebut diarahkan agar pelaku usaha mampu mengimplementasikan strategi branding produk dan pemasaran digital yang telah diperkenalkan selama sosialisasi.
Pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola ekonomi desa melalui sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang terus terjaga, potensi ekonomi lokal diharapkan berkembang secara lebih mandiri dan berkelanjutan.





