Mahasiswa KKM 27 UNIBA Dampingi UMKM Susu Kedelai Wong Kebon, Perkuat Branding dan Daya Saing Produk

Mahasiswa KKM Kelompok 27 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) berfoto bersama usai melaksanakan kegiatan pendampingan UMKM Susu Kedelai Wong Kebon di Desa Kebonratu, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Sabtu (18/7/2026). (Dok. Pribadi/KKM Kelompok 27 UNIBA)
Mahasiswa KKM Kelompok 27 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) berfoto bersama usai melaksanakan kegiatan pendampingan UMKM Susu Kedelai Wong Kebon di Desa Kebonratu, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Sabtu (18/7/2026). (Dok. Pribadi/KKM Kelompok 27 UNIBA)

Kebon Ratu, Krajan.idMahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 27 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) memberikan pendampingan kepada UMKM Susu Kedelai Wong Kebon milik Sumiati di Desa Kebonratu, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja KKM yang difokuskan pada penguatan branding, pengembangan kemasan produk, serta optimalisasi pemasaran digital bagi pelaku usaha mikro.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan observasi secara langsung terhadap proses produksi susu kedelai. Pengamatan dilakukan mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran yang telah diterapkan pelaku usaha.

Bacaan Lainnya

Hasil observasi kemudian menjadi dasar diskusi antara mahasiswa dan pemilik usaha untuk mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan sekaligus berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam menjalankan usaha.

Berdasarkan identifikasi tersebut, mahasiswa KKM 27 memberikan sejumlah rekomendasi. Di antaranya adalah pentingnya membangun identitas merek (branding) yang lebih kuat, memperbaiki desain kemasan agar lebih menarik dan informatif, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi guna memperluas jangkauan pasar.

Pendampingan ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Menariknya, perjalanan UMKM Susu Kedelai Wong Kebon berawal dari pengalaman pemiliknya saat mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) ketika masih menempuh pendidikan di Universitas Bina Bangsa. Saat itu, pembuatan susu kedelai menjadi salah satu program kerja yang dijalankan di lokasi pengabdian masyarakat.

Proses pembuatan Susu Kedelai. (Dok. Pribadi/KKM Kelompok 27 UNIBA)
Proses pembuatan Susu Kedelai. (Dok. Pribadi/KKM Kelompok 27 UNIBA)

Berbekal pengalaman tersebut, Sumiati kemudian merintis usaha secara mandiri pada Oktober 2025. Hingga kini, Susu Kedelai Wong Kebon terus berkembang sebagai salah satu UMKM di Desa Kebonratu yang berupaya menghadirkan produk olahan kedelai bagi masyarakat.

Sumiati mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa KKM 27. Menurutnya, berbagai masukan yang diterima menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta memperluas pemasaran agar produknya semakin dikenal masyarakat.

“Berbagai masukan yang diberikan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, dan memperluas pemasaran agar produk semakin dikenal oleh masyarakat,” ujar Sumiati.

Ketua Kelompok KKM 27 Universitas Bina Bangsa, TB Muh Rafi Adz Dzikra, mengatakan pendampingan UMKM merupakan salah satu program prioritas kelompoknya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Kebonratu.

“Kami berharap pendampingan ini dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya, baik dari sisi kualitas produk, kemasan, maupun pemasaran digital. Harapannya, UMKM lokal semakin berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam pendampingan UMKM tidak hanya bertujuan memberikan solusi terhadap kebutuhan pelaku usaha, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKM 27 UNIBA berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong tumbuhnya UMKM yang lebih mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal di Desa Kebonratu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *