Pelang Lor, Krajan.id – Mahasiswa KKN Kelompok 29 UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyerahkan pembaruan website Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, kepada pemerintah desa sebagai upaya memperkuat pelayanan administrasi berbasis digital. Pembaruan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan kembali layanan surat menyurat yang sebelumnya sempat terkendala akibat gangguan pada sistem.
Penyerahan website berlangsung di Balai Desa Pelang Lor pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri perangkat desa dan mahasiswa KKN yang selama masa pengabdian terlibat dalam proses pembaruan sekaligus pendampingan penggunaan sistem.
Sebelumnya, Desa Pelang Lor telah memiliki website yang digunakan untuk mendukung pelayanan administrasi kepada masyarakat. Namun, dalam perjalanannya, sistem mengalami sejumlah kendala teknis sehingga beberapa layanan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN Kelompok 29 UINSA Surabaya. Selama menjalankan program pengabdian di desa itu, mereka memilih memperbarui sistem yang sudah tersedia dibanding membangun aplikasi baru. Langkah tersebut dinilai lebih efektif karena dapat menyesuaikan kebutuhan perangkat desa sekaligus mempercepat pemulihan layanan administrasi.

Tim KKN melakukan perbaikan pada bagian sistem yang mengalami gangguan, menyempurnakan tampilan website agar lebih mudah digunakan, serta memastikan pengelolaannya dapat dilakukan secara sederhana oleh perangkat desa.
Melalui pembaruan tersebut, masyarakat diharapkan dapat kembali memanfaatkan website desa untuk memperoleh informasi, mengajukan berbagai kebutuhan surat, hingga mengakses layanan administrasi secara lebih mudah dan efisien. Di sisi lain, perangkat desa juga diharapkan tidak mengalami kesulitan dalam mengoperasikan maupun mengelola sistem tersebut.
Kepala Desa Pelang Lor, Supriadi, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah desa dan mahasiswa selama proses pembaruan website. Menurutnya, keberadaan layanan administrasi berbasis digital menjadi salah satu pendukung penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Website desa sebelumnya memang mengalami kendala sehingga pemanfaatannya belum maksimal. Dengan adanya pembaruan ini, kami berharap pelayanan surat menyurat bisa kembali berjalan lebih baik dan masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam mengurus administrasi,” ujar Supriadi.
Sementara itu, Ketua KKN Kelompok 29 UINSA Surabaya, Nur Muhiddin atau yang akrab disapa Hidin, mengatakan bahwa timnya berupaya mengembalikan fungsi website agar dapat dimanfaatkan kembali secara optimal oleh pemerintah desa maupun masyarakat.
“Kami melihat bahwa website desa sebenarnya sudah ada, hanya saja mengalami error. Karena itu kami mencoba membantu memperbarui dan menyesuaikan kembali sistemnya agar bisa digunakan lagi oleh perangkat desa dan masyarakat. Harapannya, website ini benar-benar bermanfaat dalam pelayanan sehari-hari,” kata Hidin.
Selain menyerahkan hasil pembaruan, mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada perangkat desa mengenai pengoperasian website. Pendampingan tersebut meliputi pengenalan fitur layanan pengajuan surat, pengelolaan data administrasi, hingga akses informasi desa yang tersedia di dalam sistem.
Melalui kegiatan tersebut, perangkat desa diharapkan mampu mengelola website secara mandiri sehingga layanan administrasi berbasis digital tetap berjalan meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
Penyerahan Website Menjadi Penutup Program KKN
Penyerahan pembaruan website desa sekaligus menjadi bagian dari penutupan rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 29 UINSA Surabaya di Desa Pelang Lor. Website tersebut diserahkan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada pemerintah desa agar hasil pengabdian dapat terus dimanfaatkan dalam mendukung pelayanan publik.
Setelah seluruh program kerja selesai dilaksanakan, mahasiswa dan pemerintah desa menggelar acara penutupan secara sederhana dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momentum tersebut menjadi ajang refleksi atas berbagai kegiatan yang telah dijalankan bersama selama sekitar 40 hari pelaksanaan KKN.

Dalam kesempatan itu, perangkat desa menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa yang tidak hanya membantu pelaksanaan berbagai kegiatan kemasyarakatan, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat pelayanan administrasi melalui pembaruan sistem digital desa.
Bagi mahasiswa, program KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya seluruh agenda kerja, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, pembaruan website dipilih sebagai salah satu program yang diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pemerintah desa.
Keberadaan layanan administrasi digital dinilai dapat mendukung proses pelayanan yang lebih cepat, efektif, dan terdokumentasi dengan baik. Dengan sistem yang telah diperbarui, masyarakat diharapkan memperoleh kemudahan dalam mengurus kebutuhan administrasi tanpa harus menghadapi kendala teknis seperti sebelumnya.
Mahasiswa juga berharap hubungan baik yang telah terjalin dengan Pemerintah Desa Pelang Lor selama pelaksanaan KKN tetap terjaga meski program telah berakhir. Semangat kolaborasi, gotong royong, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat menjadi pengalaman berharga yang diharapkan terus berlanjut.
Pembaruan website Desa Pelang Lor menjadi salah satu wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung transformasi pelayanan publik berbasis digital. Dengan sistem yang kembali berfungsi, pemerintah desa memiliki sarana yang lebih siap untuk memberikan pelayanan administrasi yang efektif, sementara masyarakat memperoleh akses layanan yang semakin mudah dan efisien.





