Manfaatkan Potensi Lokal, Desa Jenawi Siapkan Kawasan Pendukung Pariwisata Berkelanjutan melalui RTR Desa

Foto Anggota Kelompok 01 Magang Desa PWK UNS bersama
Foto Anggota Kelompok 01 Magang Desa PWK UNS bersama

Jenawi, Krajan.id – Kelompok 01 Magang Desa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyusun Rencana Tata Ruang (RTR) Desa Jenawi melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak dengan skema Membangun Desa Tahun 2026. Program tersebut menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan desa yang partisipatif, terarah, dan berkelanjutan.

Desa Jenawi yang berada di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berada di lereng Gunung Lawu dengan bentang alam perbukitan dan didominasi aktivitas pertanian, desa ini memiliki komoditas unggulan sektor pertanian dan perkebunan, lingkungan yang masih terjaga, serta posisi strategis sebagai jalur menuju sejumlah kawasan wisata di sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, berbagai potensi tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Keterbatasan pemasaran produk pertanian dan UMKM, ancaman bencana longsor, serta belum optimalnya pemanfaatan sektor wisata menjadi persoalan yang perlu ditangani melalui perencanaan pembangunan yang lebih terarah.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim magang Desa PWK UNS menyusun RTR Desa Jenawi sebagai pedoman pembangunan jangka panjang yang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Desa Jenawi memiliki luas sekitar 375,12 hektare yang terbagi dalam empat dusun, yakni Dusun Jenawi, Pakel, Bonglot, dan Salam. Sebagian besar penduduk menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian desa.

Beberapa potensi Desa Jenawi. (doc. Kelompok 1 Magang Desa Jenawi Program Studi PWK UNS)
Beberapa potensi Desa Jenawi. (doc. Kelompok 1 Magang Desa Jenawi Program Studi PWK UNS)

Penyusunan RTR desa diawali dengan serangkaian survei lapangan. Tim melakukan transect walk, survei penggunaan lahan, inventarisasi sarana dan prasarana, serta pengamatan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Selain itu, wawancara juga dilakukan bersama perangkat desa, kelompok tani, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat guna memperoleh gambaran mengenai kondisi eksisting, potensi, serta kebutuhan pembangunan desa.

Sebagai bagian dari pendekatan partisipatif, tim turut menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan desa. Forum tersebut menjadi ruang untuk menghimpun aspirasi sekaligus merumuskan arah pengembangan Desa Jenawi sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki.

Kepala Desa Jenawi, Canang Kori Adidamar, mengapresiasi proses penyusunan RTR yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah desa.

“Kegiatan ini membantu desa dalam menggali berbagai potensi yang dimiliki sekaligus menjadi bahan masukan dalam penyusunan RKPD Desa pada tahun berikutnya. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pembangunan Desa Jenawi yang lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Canang Kori Adidamar.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga terlibat aktif dalam memberikan masukan terkait pengembangan sektor pertanian, peningkatan nilai tambah produk lokal, penguatan UMKM, pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana, hingga pengembangan potensi wisata desa.

Berbagai kegiatan mahasiswa Kelompok 1 Magang Desa Jenawi Program Studi PWK UNS. (doc. Kelompok 1 Magang Desa Jenawi Program Studi PWK UNS)
Berbagai kegiatan mahasiswa Kelompok 1 Magang Desa Jenawi Program Studi PWK UNS. (doc. Kelompok 1 Magang Desa Jenawi Program Studi PWK UNS)

Berdasarkan hasil survei, analisis, dan proses partisipatif bersama masyarakat, tim kemudian menyusun Rencana Tata Ruang Desa Jenawi Tahun 2027–2046. Dokumen tersebut disiapkan sebagai pedoman pembangunan desa selama dua dekade mendatang.

Dokumen RTR memuat tujuan penataan ruang, konsep pengembangan wilayah, rencana struktur ruang, pola ruang, kawasan prioritas, rancangan tata bangunan dan lingkungan, program pemanfaatan ruang, hingga ketentuan zonasi.

Selain menghasilkan dokumen RTR, tim juga menyusun siteplan kawasan prioritas yang memberikan gambaran lebih rinci mengenai arah pengembangan ruang yang dapat diwujudkan secara bertahap oleh pemerintah desa.

Siteplan Kawasan Prioritas Desa Jenawi sebagai Desa Penunjang Kawasan Pariwisata. (doc. Kelompok 1 Magang Desa Jenawi Program Studi PWK UNS)
Siteplan Kawasan Prioritas Desa Jenawi sebagai Desa Penunjang Kawasan Pariwisata. (doc. Kelompok 1 Magang Desa Jenawi Program Studi PWK UNS)

Kawasan prioritas tersebut dirancang sebagai kawasan pendukung pariwisata yang mengintegrasikan aktivitas perdagangan dan jasa, sentra UMKM, ruang publik, serta berbagai fasilitas penunjang wisata. Perancangannya juga memperhatikan aspek sirkulasi, ruang terbuka hijau, fasilitas umum, dan konektivitas antarkawasan agar tercipta lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan.

Konsep pengembangan dalam RTR Desa Jenawi menempatkan desa sebagai kawasan pendukung pariwisata berbasis potensi lokal. Sektor pertanian tetap diposisikan sebagai fondasi utama perekonomian desa yang terintegrasi dengan pengembangan UMKM, perdagangan dan jasa, serta aktivitas wisata.

Tim juga merencanakan pengembangan wisata air berupa kegiatan tubing di aliran sungai yang dinilai memiliki potensi menjadi daya tarik wisata berbasis alam. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Adapun rencana pengembangan lainnya mencakup peningkatan fasilitas pemasaran produk lokal, penguatan UMKM berbasis komoditas unggulan, pengembangan kawasan pendukung wisata, peningkatan infrastruktur dasar, pengelolaan sumber daya air dan lingkungan, serta penyediaan sarana mitigasi bencana untuk mengurangi risiko longsor dan erosi.

Dalam dokumen tersebut juga diatur kawasan lindung dan kawasan budidaya guna menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan diharapkan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan serta menjaga kelestarian sumber daya alam.

Melalui penyusunan Rencana Tata Ruang Desa, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki. Kehadiran dokumen RTR dan rancangan kawasan prioritas tersebut menjadi pijakan bagi Desa Jenawi untuk berkembang sebagai kawasan pendukung pariwisata yang produktif, berdaya saing, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Program yang dijalankan oleh Kelompok 01 Magang Desa PWK UNS ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal. Perencanaan yang matang dan partisipatif diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terciptanya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *