Surakarta, Krajan.id – Mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar workshop 3D Printing bagi guru SMP Negeri 20 Surakarta, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi pencetakan tiga dimensi sebagai salah satu media pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.
Workshop dilaksanakan di SMPN 20 Surakarta dengan pendampingan dosen pembimbing MBKM UNS, Dr. Laila Fitriana, S.Pd., M.Pd. Sejumlah guru mengikuti kegiatan yang mencakup pemaparan materi, sesi diskusi, demonstrasi perangkat, serta praktik penggunaan printer tiga dimensi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa MBKM UNS dalam mendukung peningkatan literasi teknologi dan keterampilan digital guru. Melalui workshop tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep dasar 3D Printing, pembuatan desain digital, hingga proses pencetakan objek tiga dimensi.
Teknologi 3D Printing dinilai dapat membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih visual dan interaktif. Objek tiga dimensi, misalnya, dapat digunakan untuk membantu siswa memahami materi tertentu melalui contoh yang lebih konkret.
Pada sesi awal, mahasiswa MBKM UNS memaparkan dasar-dasar teknologi 3D Printing, termasuk manfaat dan kemungkinan penerapannya dalam kegiatan belajar-mengajar. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai tahapan kerja teknologi tersebut, mulai dari penyusunan desain digital hingga objek dicetak menjadi bentuk fisik.
Materi disampaikan dengan contoh penerapan yang dekat dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah. Pendekatan itu digunakan agar peserta dapat memahami fungsi perangkat serta peluang pemanfaatannya dalam pengembangan bahan ajar.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para guru mengajukan pertanyaan mengenai perangkat yang digunakan, proses pembuatan desain, serta potensi penerapan 3D Printing sebagai media pembelajaran di kelas.
Mahasiswa kemudian mendemonstrasikan penggunaan printer 3D. Dalam sesi itu, peserta diperkenalkan pada sejumlah komponen perangkat dan tahapan pencetakan objek dari desain digital. Guru juga mengamati proses pencetakan secara langsung untuk memahami cara kerja teknologi tersebut.
Narasumber dan fasilitator mendampingi peserta selama sesi praktik berlangsung. Pendampingan diberikan untuk menjelaskan tahapan penggunaan perangkat sekaligus menjawab pertanyaan yang muncul selama demonstrasi.
Ketua Pelaksana kegiatan, Nadya Brilliant Taqiyyatunnisa, mengatakan workshop tersebut dirancang untuk mengenalkan teknologi 3D Printing kepada guru sebagai salah satu inovasi yang dapat digunakan dalam dunia pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memahami konsep dasar 3D Printing serta melihat secara langsung bagaimana proses mengubah desain digital menjadi produk nyata. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Nadya.

Menurut dia, pengenalan teknologi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat, tetapi juga membuka ruang bagi guru untuk merancang pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Pemanfaatan media visual dan objek tiga dimensi dapat menjadi salah satu alternatif dalam menyampaikan materi kepada siswa.
Seorang guru SMPN 20 Surakarta mengapresiasi pelaksanaan workshop yang diinisiasi mahasiswa MBKM UNS tersebut. Ia menilai kegiatan itu memberikan pengetahuan baru mengenai penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan pengalaman baru terkait teknologi 3D Printing. Kami menjadi lebih memahami peluang pemanfaatannya sebagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif,” ujar salah satu guru SMPN 20 Surakarta.
Di akhir kegiatan, peserta dan fasilitator melakukan diskusi serta refleksi mengenai peluang penerapan 3D Printing di lingkungan sekolah. Diskusi tersebut menyoroti pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari pengembangan keterampilan abad ke-21, terutama kreativitas, pemecahan masalah, dan literasi digital.
Melalui program ini, mahasiswa MBKM UNS berharap pemahaman guru terhadap teknologi pendidikan dapat terus berkembang. Workshop 3D Printing di SMPN 20 Surakarta diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi yang lebih kreatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.





