Cilacap Utara, Krajan.id – Program Studi (Prodi) S1 dan S2 PGSD Kebumen FKIP UNS bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Cilacap Utara menggelar program penguatan kompetensi guru dalam penyusunan modul kokurikuler dan pengembangan buku digital berbasis Socioscientific Issues (SSI).
Kegiatan yang berlangsung sepanjang Juni hingga Juli 2026 tersebut diikuti perwakilan dari 34 sekolah dasar negeri dan swasta di Kecamatan Cilacap Utara. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Ketua KKG Kecamatan Cilacap Utara, Hananta Wisnu Hermawan, menilai kegiatan tersebut menjadi bekal penting bagi para guru dalam menghadapi tahun ajaran baru.
“Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi guru dalam mempersiapkan pembelajaran pada tahun ajaran baru,” ujar Hananta.
Dukungan juga datang dari Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Cilacap Utara yang diwakili Wuri Henny Handayani. Ia berharap hasil pelatihan tidak berhenti pada peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi dapat disebarluaskan kepada guru-guru lain di masing-masing sekolah.
“Harapannya, hasil pelatihan dapat disebarluaskan kepada guru-guru lain di setiap sekolah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” kata Wuri Henny Handayani.

Program ini menghadirkan Tim Pengabdian Riset Grup (RG) PGSD Kebumen FKIP UNS yang terdiri atas Kartika Chrysti Suryandari, Rokhmaniyah, Wahyudi, Muhamad Chamdani, Dwi Hermawan, Murwani Dewi Wijayanti, dan Dewi Indrapangastuti. Kegiatan tersebut juga didukung oleh mahasiswa Bima Priatmoko dan Hananta.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pelatihan penyusunan modul kokurikuler yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Selain itu, guru juga dibekali keterampilan mengembangkan buku digital menggunakan platform Canva dan microsite S.id sebagai media pembelajaran yang mudah diakses.
Pendekatan Socioscientific Issues (SSI) menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Melalui pendekatan tersebut, guru didorong untuk mengaitkan konsep-konsep sains dengan berbagai isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti lingkungan, kesehatan, energi, hingga perkembangan teknologi.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif. Selain itu, peserta didik dapat didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam memahami persoalan nyata yang terjadi di masyarakat.
Selama pelatihan, para peserta memperoleh pendampingan secara bertahap, mulai dari proses perencanaan, desain, hingga publikasi buku digital yang siap digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Melalui program pengabdian ini, FKIP UNS berharap lahir berbagai inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di sekolah dasar. Pemanfaatan teknologi digital yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran kontekstual dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.





