Ketro, Krajan.id – Penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi salah satu fokus mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 63 di Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Pendampingan dilakukan melalui pemanfaatan pemasaran digital, pengelolaan toko daring, serta pembaruan kemasan produk sebelum ditutup dengan bazar UMKM pada 16 Agustus 2026.
Program tersebut menyasar tiga pelaku UMKM di Desa Ketro, yakni Sale Pisang Mugi Berkah, Keripik Pisang Mba Yanti Pangsit, dan Kerupuk Rambak Bawang Lana. Pendampingan diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperluas cara pemasaran sekaligus meningkatkan tampilan produk agar lebih mudah dikenali konsumen.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada penjualan produk secara langsung. Mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pendampingan pembuatan dan pengelolaan toko daring melalui marketplace, pelatihan pemasaran digital, serta pelatihan dan pendampingan pembuatan kemasan produk.
Melalui toko daring dan pemasaran digital, pelaku UMKM diperkenalkan pada penggunaan platform digital sebagai sarana pemasaran. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas dibandingkan pemasaran yang hanya mengandalkan konsumen di lingkungan sekitar.
Sementara itu, pendampingan kemasan diarahkan untuk meningkatkan daya tarik sekaligus identitas produk. Kemasan menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam pengembangan produk karena dapat membantu konsumen mengenali barang yang ditawarkan.
Setelah rangkaian pendampingan, mahasiswa KKN menggelar bazar UMKM sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat respons konsumen terhadap produk yang telah didampingi.
Dalam bazar, sampel produk dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Konsumen juga diberi kesempatan menyampaikan saran dan tanggapan mengenai produk. Selain membagikan sampel, pelaku UMKM menjual produknya secara langsung kepada pengunjung bazar.
Dengan pola tersebut, kegiatan tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen. Respons yang diperoleh dari masyarakat dapat menjadi masukan bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan produk maupun strategi pemasarannya.

Kepala Dusun Dologan, Mbah Wiro, menilai kegiatan bazar memberikan ruang bagi UMKM untuk lebih dikenal masyarakat sekaligus menjadi bagian dari kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan di Desa Ketro.
“Kegiatan bazar bagus dan bermanfaat bagi UMKM. Ini memberikan kesempatan bagi usaha mereka agar semakin dikenal masyarakat sekitar, sekaligus memeriahkan semarak peringatan Hari Kemerdekaan di Desa Ketro,” ujar Mbah Wiro.
Bazar tersebut dihadiri warga Desa Ketro, khususnya masyarakat Dusun Dologan, serta perangkat desa. Kehadiran masyarakat mempertemukan mahasiswa KKN, pelaku UMKM, dan calon konsumen dalam satu kegiatan.
Bagi Kelompok KKN UNS 63, pendampingan UMKM tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Penguatan UMKM ditempatkan sebagai salah satu cara untuk mendorong aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Koordinator KKN Desa Ketro mengatakan pengembangan UMKM melalui pendekatan yang lebih modern diharapkan tidak hanya membantu usaha yang telah berjalan, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat di sekitarnya.
“Dengan pengembangan UMKM yang lebih modern, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta membuka kesempatan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” ucap Koordinator KKN Desa Ketro.
Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM desa tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penjualan dalam jangka pendek. Pengenalan pemasaran digital, pengelolaan toko daring, dan perbaikan kemasan menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan pelaku usaha agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumen.
Bazar kemudian menjadi tahap akhir yang mempertemukan hasil pendampingan tersebut dengan masyarakat secara langsung. Dengan demikian, kegiatan KKN Kelompok 63 tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi melalui bazar, tetapi juga mendorong pelaku UMKM Desa Ketro untuk mulai mengembangkan pola pemasaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.





