Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Krajan.id. memiliki karakter wilayah yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan, pertanian, perkotaan, hingga pesisir selatan yang berkembang sebagai kawasan pariwisata. Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini relevan sebagai ruang pembelajaran sekaligus laboratorium untuk mengembangkan pemanfaatan data geospasial dalam pembangunan.
Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), akan melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 3 di Lombok Tengah pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Mengangkat tema “Analisis Data Lapangan untuk Pemodelan Geospasial dan Geovisualisasi di Kabupaten Lombok Tengah”, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengolah data spasial sebagai dasar memahami persoalan wilayah.

KKL 3 merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa tahun ketiga. Kegiatan tersebut mengintegrasikan survei lapangan, pemetaan, penginderaan jauh, sistem informasi geografis (SIG), analisis spasial, hingga pemodelan geospasial. Mahasiswa menjalankan tahapan penelitian secara menyeluruh, mulai dari studi pendahuluan dan akuisisi data hingga analisis serta penyusunan laporan ilmiah.
Koordinator Dosen KKL 3 Fakultas Geografi UGM, Dr. Iswari Nur Hidayati, S.Si., M.Sc., menilai Lombok Tengah memiliki potensi lingkungan, ekonomi, dan pariwisata yang membutuhkan dukungan data geospasial akurat.
“Melalui pemetaan dan analisis spasial, mahasiswa dapat memahami interaksi berbagai komponen lingkungan sekaligus menghasilkan informasi yang mendukung perencanaan wilayah yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebanyak 16 tema penelitian akan dikaji di sejumlah lokasi. Topiknya meliputi ekosistem mangrove dan lamun, kesesuaian lahan pertanian, kekeringan, kerentanan longsor, biodiversitas, biomassa vegetasi, kualitas lingkungan permukiman, urban heat island, produksi padi dan jagung, kesesuaian habitat satwa, hingga sedimentasi Waduk Batujai.
Ketua Pelaksana KKL 3 KPJ UGM 2026, Adam Amirul Akbari, mengatakan kegiatan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga diharapkan memberi manfaat bagi daerah.
“KKL 3 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu geospasial secara langsung di lapangan. Kami berharap hasil kajian yang dihasilkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pemerintah daerah, akademisi, maupun masyarakat,” katanya.
Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika serta dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan memperkuat relevansi Lombok Tengah sebagai lokasi kajian. Hasil penelitian nantinya dipublikasikan secara bertahap melalui kanal media resmi.
Staf Hubungan Masyarakat KKL 3 KPJ UGM, Nara Santhi, berharap publikasi tersebut memperluas pemahaman masyarakat mengenai peran data geospasial dalam pembangunan.
“Kami ingin hasil penelitian ini dapat diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak, sehingga kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat semakin diperkuat,” ujarnya.





