Karangawen, Krajan.id. 7 Agustus 2026 – Kebiasaan hidup aktif tidak selalu harus dimulai dari aktivitas olahraga yang berat. Bagi anak usia sekolah, kebiasaan tersebut dapat dibangun melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara rutin, menyenangkan, dan melibatkan interaksi dengan teman sebaya.
Pendekatan itu dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui program Pembinaan Olahraga Usia Dini sebagai Upaya Mewujudkan Generasi Sehat, Aktif, dan Produktif di Desa Karangawen. Kegiatan tersebut digelar di SD Pelangi Handayani dalam dua pertemuan, yakni pada 23 Juli dan 30 Juli 2026.
Program pembinaan tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan aktivitas fisik kepada siswa. Mahasiswa KKN juga memanfaatkan olahraga sebagai sarana untuk melatih kemampuan motorik, koordinasi gerak, keseimbangan, kerja sama, serta kedisiplinan.

Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama. Sesi tersebut menjadi bagian awal untuk mempersiapkan kondisi fisik siswa sekaligus membangun suasana yang lebih rileks sebelum memasuki kegiatan inti. Para siswa mengikuti gerakan senam dengan antusias.
Setelah pemanasan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan sepak bola. Mahasiswa KKN memperkenalkan teknik dasar olahraga tersebut melalui praktik langsung yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Salah satu materi yang diberikan adalah teknik passing.
Dalam praktik tersebut, siswa mendapat kesempatan mencoba teknik passing secara bergantian. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan dengan menjelaskan posisi tubuh, cara menendang bola, serta pentingnya menjaga sportivitas ketika bermain.
Metode praktik langsung dipilih agar siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui aktivitas fisik. Permainan membuat proses pembelajaran olahraga berlangsung lebih cair. Siswa dapat belajar mengenai teknik dasar sekaligus membangun komunikasi dan kerja sama dengan teman.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti instruksi, menunggu giliran untuk mempraktikkan teknik yang diberikan, serta memberikan dukungan kepada teman. Aktivitas tersebut menciptakan suasana belajar yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik, tetapi juga kebersamaan.
Bagi anak usia sekolah, pengalaman semacam itu dapat menjadi ruang untuk mengenal olahraga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Kegiatan fisik juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai disiplin dan sportivitas sejak dini.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab. Sesi tersebut digunakan sebagai evaluasi sekaligus refleksi terhadap materi yang telah diberikan. Mahasiswa KKN kembali mengingatkan siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui olahraga secara rutin dan menerapkan pola hidup sehat.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNS mendorong siswa untuk membangun kebiasaan hidup aktif sejak usia dini. Pembinaan olahraga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan di lapangan, tetapi dapat mendorong siswa menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran warga sekolah mengenai pentingnya lingkungan yang mendukung aktivitas fisik dan tumbuh kembang anak. Dengan pendekatan olahraga yang menyenangkan, pembinaan di SD Pelangi Handayani menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pola hidup sehat kepada anak melalui pengalaman yang dekat dengan keseharian mereka.





